Italia Kewalahan Tampung Pengungsi Tunisia

Minta Bantuan Eropa

Italia Kewalahan Tampung Pengungsi Tunisia
Italia Kewalahan Tampung Pengungsi Tunisia
Belakangan, Wali Kota Bernadino Rubeis terpaksa mengungsikan ribuan imigran ke Pulau Sisilia yang berjarak sekitar 205 kilometer dari Lampedusa. Pasalnya, jumlah fasilitas penampungan imigran di pulau itu tak banyak. Salah satu diantaranya, bahkan, dihuni 850 orang. "Seolah-olah, seluruh rakyat Tunisia meninggalkan negerinya. Mereka menjadikan Italia tujuan pertama sebelum lari ke negara lain," kata Rubeis.

Organisasi Migrasi Internasional (IOM) menyebut eksodus warga Tunisia itu sebagai fenomena kompleks. Sebab, tidak semua yang kabur dari Tunisia itu mencari kenyamanan dan keamanan. Ada juga yang sengaja menghindari penguasa baru karena kedekatan dengan Ben Ali dan kroninya. Menurut saksi mata, banyak diantara mereka yang berpakaian mewah dan membayar mahal perjalanannya ke Lampedusa.

Terkait gelombang eksodus tersebut, UE dan Italia pun telah melayangkan teguran keras kepada pemerintah sementara Tunisia. PM Mohamed Ghannouchi lantas melipatgandakan pengamanan di sepanjang pesisir pantai. "Personel tambahan dikerahkan ke titik selatan ibu kota yang biasanya menjadi gerbang pemberangkatan kapal," terang seorang pejabat keamanan di Kota Tunis.

Kemarin, penjaga pantai Tunisia dilaporkan menabrak kapal penumpang yang mengangkut sekitar 120 orang. Konon, tabrakan itu disengaja untuk mencegah kapal tersebut bertolak ke Italia. Tapi, dalam kondisi rusak, awak kapal tetap melanjutkan perjalanan ke Lampedusa. "Dari total 120 penumpang, lima tewas dan 85 selamat. Nasib 30 yang lain belum jelas," terang Ziad Ben Abdaalah, penumpang yang selamat. (hep/dos)

LAMPEDUSA - Revolusi Melati yang menumbangkan Zine El Abidine Ben Ali dari kursi presiden Tunisia membawa dampak sosial yang membuat Italia sibuk.


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News