Jadikan Banjir Jakarta Masalah Nasional

Jadikan Banjir Jakarta Masalah Nasional
Jadikan Banjir Jakarta Masalah Nasional
Dalam hal pembangunan waduk misalnya. Data dari Dinas Pekerjaan Umum DKI menyebutkan, DKI membutuhkan paling tidak 47 waduk untuk bisa menghadang banjir. Sementara saat ini, DKI baru memiliki 32 waduk. Waduk yang harus dibangun tidak hanya di hilir, tapi juga di hulu. “Selain membangun waduk, revitalisasi situ juga kami lakukan. Yang sudah ditangani ada 26 situ. Seperti Situ Babakan. Ada tambahan 16 hektare. Lahan sudah dibebaskan. Ada juga Situ Mangga Bolong serta Situ Rawa Dongkel,” terang Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air Dinas PU DKI Fahrurrozi.

Pembangunan waduk yang masih tersisa sebanyak 15 lokasi memang tengah diproses. Namun, DKI tidak bisa membangun secara instan lantaran butuh biaya besar. Selain untuk pembebasan lahan, juga untuk pembangunan sarana infrastruktur.

Sambil menunggu pembangunan waduk yang direncanakan selesai, Pemprov telah mengupayakan kerjasama pembangunan Waduk Ciawi dengan Pemprov Jawa Barat. Sedangkan terhadap waduk yang ada dilakukan normalisasi. Seperti normalisasi Waduk Pluit, Penjaringan sepanjang 1,8 km. Waduk tersebut saat ini menyempit lantaran ditutup tiang-tiang rumah warga. Sehingga harus diperlebar menjadi lima hingga enam meter.

Kemudian juga dilakukan pengerukan dan normalisasi Danau Sunter, Papanggo, Tanjung Priok. Hal yang sama juga dilakukan terhadap 105 titik saluran di wilayah Jakarta Utara. Dalam jangka panjang, yang perlu dibereskan bagaimana membangun polder di daerah cekungan.

 JAKARTA -Banjir Jakarta yang sudah menjadi rutinitas setiap tahun masih akan terjadi jika pemerintah pusat tidak segera turun tangan. Hal itu

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News