Selasa, 23 Juli 2019 – 03:26 WIB

Jagal Bosnia Disidang Empat Hari Lagi

Selasa, 31 Mei 2011 – 09:40 WIB
Jagal Bosnia Disidang Empat Hari Lagi - JPNN.COM

BEOGRAD – Persidangan Ratko Mladic, pembantai atau jagal ribuan Muslim Mosnia, bisa segera berlangsung. Pemerintah Serbia akan membawa Mladic ke Mahkamah Internasional (International Court of Justice) di Den Haag, Belanda, dalam empat hari ini.

Jenderal militer Serbia Bosnia itu akan didakwa genosida (pembantaian masal). Keputusan pemerintah Serbia itu diungkapkan seorang pejabat kementerian kehakiman kemarin (30/5). Pemerintah Serbia sekaligus mengabaikan kerusuhan masal warganya sebagai reaksi atas penangkapan Mladic setelah 16 tahun berstatus buron.

Kalangan agen keamanan Serbia berhasil melacak keberadaan Mladic dan menangkap dia saat bersembunyi di sebuah peternakan pada Kamis (26/5). Rencananya, Mladic dikirim ke Belanda guna ditahan di penjara Scheveningen,  tempat penahanan para pelaku kejahatan internasional.

Tetapi, ekstradisi Mladic ke Den Haag bisa tertunda. Semula dia dijadwalkan terbang ke Belanda kemarin (30/5) atau hari ini (31/5). Sayang, proses ekstradisi tak berjalan mulus. Pasalnya, Minggu lalu (29/5), tim kuasa hukum mantan jenderal Serbia Bosnia itu menyatakan banding.

Tim kuasa hukum Mladic yang diketuai Milos Saljic sudah menyampaikan banding secara lisan. ”Surat resmi akan kami e-mail sore ini (kemarin) ke Pengadilan Banding Serbia. Mungkin mereka baru akan menerimanya besok (hari ini),’’ ungkapnya. Masalah kesehatan menjadi alasan utama Mladic menolak diekstradisi ke Belanda. 

Sejak penjahat perang 69 tahun itu tertangkap dalam sebuah razia dini hari di Desa Lazarevo pada 26 Mei lalu, keluarganya terus mendesak pihak berwajib merujuk dia ke rumah sakit. Darko Mladic, putra Mladic, menyebut sang ayah sakit keras. Stroke dua kali yang menyerang Mladic selama berada dalam pelarian, konon, membuatnya lumpuh sebagian dan sulit berbicara.

Menanggapi banding yang diajukan Mladic lewat kuasa hukumnya, pemerintah Serbia tampak siap. Pemerintahan Presiden Boris Tadic sudah menduga Mladic akan menolak ekstradisi. ’’Setelah menerima surat, pengadilan banding akan meneruskannya ke kementerian kehakiman yang selanjutnya bakal mengambil keputusan final dalam waktu empat hari,’’ ujar Slobodan Homen, sekretaris negara.

Tetapi, jaksa Vladimir Vukcevic yakin pemerintah akan menolak banding Mladic dan segera menerbitkan instruksi ekstradisi. ’’Saya sudah bertemu langsung dengan Mladic dan saya yakin dia sangat sehat untuk menjalani sidang. Fokus kami saat ini adalah melacak jaringan orang-orang yang membantunya,’’ tutur jaksa pemerintah yang khusus menangani masalah kejahatan perang tersebut.

Bersamaan itu, sekitar 10.000 warga Serbia unjuk rasa di Kota Beograd untuk mendukung Mladic. Unjuk rasa yang digagas aktivis ultranasionalis itu memprotes penangkapan Mladic. Mereka sepakat bahwa Mladic tidak bersalah.

’’Ayah saya bilang bahwa siapapun yang bertanggung jawab atas kekejian di Srebrenica sama sekali tidak ada hubungannya dengan beliau,’’ ungkap Darko. Ayahnya, lanjut dia, justru menyelamatkan banyak perempuan, anak-anak, dan pejuang Muslim di Srebrenica yang berusaha menghindari pembantaian. Bahkan, Mladic memerintahkan evakuasi para korban yang terluka.

Darko mengatakan, ayahnya hanyalah korban konspirasi jahat militer Serbia Bosnia saat itu. ’’Ratko Mladic bukan kriminal. Dia tidak menginstruksikan pembunuhan itu. Dia hanya membela hak dan kehormatan kaumnya secara profesional,’’ tegas dia. Keterangan Darko itu memantik reaksi warga Serbia yang sebagian besar mengidolakan Mladic sebagai pahlawan nasional.

Dari Den Haag, Jubir Pengadilan Kriminal Internasional untuk Yugoslavia (ICTY) Nerma Jeladic membenarkan soal banding Mladic. ’’Sepertinya, dia tak akan tiba hari ini atau besok. Proses ekstradisi masih berjalan dan belum ada kabar resmi dari pemerintah Serbia,’’ katanya. Menurut dia, jagal yang menginstruksikan pembantaian 8.000 muslim Bosnia di Srebrenica itu bakal tiba paling cepat empat hari lagi. (AP/AFP/RTR/hep/dwi)

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar