Jawaban Sanggah PPPK Guru Dinilai Aneh, Pak Eko: Ini Pakai Robot atau Manusia?

Jawaban Sanggah PPPK Guru Dinilai Aneh, Pak Eko: Ini Pakai Robot atau Manusia?
Korwil PHK2I Jatim Eko Mardiono, Koordinator PHK2I DKI Jakarta Nur Baitih, dan Ketum PHK2I Titi Purwaningsih (kiri ke kanan). Ilustrasi Foto: Mesya/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Hasil sanggah PPPK guru tahap I akan diumumkan pemerintah pada Jumat, 29 Oktober 2021. Namun, masih banyak ganjalan di hati para guru honorer yang melakukan sanggahan sejak 10 sampai 13 Oktober.

Menurut Ketua Korwil Perkumpulan Honorer K2 Indonesia (PHK2I) Eko Mardiono, dari hasil pengaduan yang diterima, rerata jawaban sanggah PPPK Guru itu hampir sama bunyinya.

Contohnya, yang dialami Tuma'iyah, guru honorer K2 di SDN Kandangan 3 yang kemudian dirotasi d SDN Simomulyo 8. Dia telah mengabdi 19 tahun lebih dan saat mendaftar usianya hampir 43 tahun.

Namun, yang bersangkutan tidak mendapatkan afirmasi. Giliran melakukan sanggahan malah diberikan jawaban aneh.

"Masa jawabannya afirmasi usia 35 tahun terhitung saat pendaftaran, bukan berdasarkan tahun kelahiran," kata Eko kepada JPNN.com, Kamis (28/10).

"Disebutkan juga akan mendapatkan afirmasi kalau tercatat aktif mengajar selama tiga tahun terakhir. Ini jawaban manusia atau robot?" ucapnya mempertanyakan.

Ada lagi kasus lainnya, yaitu guru honorer tidak aktif di sekolah negeri yang membuka formasi PPPK, pindah ke sekolah swasta. Anehnya, yang bersangkutan bisa ikut tes PPPK guru tahap I dan menggeser guru honorer induk.

Begitu disanggah, jawaban sangganya mengatakan guru penyanggah bukan prioritas.

Jawaban sanggah PPPK guru tahap I dikritisi Pimpinan Honorer K2 Eko Mardiono. Dia imenduga robot bukan manusia.