Jerman v Skotlandia, Misi Pulihkan Reputasi

Jerman v Skotlandia, Misi Pulihkan Reputasi
Manuel Neuer. Foto: be.berlin.de

jpnn.com - DORTMUND - Jerman mendapat sorotan tajam sepanjang pekan ini.  Pasalnya, mereka baru saja dikalahkan Argentina dengan skor 2-4 pada laga uji coba yang berlangsung di Dusseldorf Kamis lalu (4/9).  

Ironisnya, Argentina yang dikalahkan Jerman pada final Piala Dunia 2014, sempat unggul 4-0 hingga menit ke-52.  
     
Imbas dari kekalahan tersebut, tim Panser-julukan timnas Jerman-dinilai sudah melemah.  Mereka dinilai tak bisa berbuat banyak setelah ditinggal para seniornya seperti eks kapten Philipp Lahm, pencetak gol terbanyak Miroslav Klose, dan bek tengah Per Mertesacker. Ketiga pemain tersebut sudah memutuskan untuk pensiun dari ajang internasional.
     
Fakta bahwa Jerman baru saja dikalahkan Argentina membuat Skotlandia tak minder saat melawan ke Signal Iduna Park dini hari nanti (tayangan langsung RCTI pukul 01.45 WIB).  

Laga ini merupakan duel pembuka di grup D bakal kualifikasi Euro 2016.  Pelatih Skotlandia Gordon Strachan mengakui, kalau anak asuhnya sekarang lebih percaya diri melawan Jerman.     
     
"Jika Anda tanya 14 bulan yang lalu soal laga melawan Jerman, jawaban saya, "tidak, terimakasih,". Tetapi sekarang ceritanya lain," ucap Strachan kepada Daily Record.
     
Selain  tiga pemain senior yang sudah pensiun, Jerman di laga ini juga tak bisa menurunkan sejumlah pemain kunci. Kapten baru Bastian Schweinsteiger mengalami cedera lutut.
     
Daftar pemain absen bertambah panjang jika menyebut nama Julian Draxler (cedera paha), Mesut Oezil (engkel), dan Sami Khedira (otot kaki). Kapten Borussia Dortmund Mats Hummels juga diragukan bisa tampil karena mengalami masalah kebugaran.
     
Namun Jerman tetap saja Jerman. Mereka akan menjadikan laga melawan Skotlandia sebagai sarana untuk memulihkan reputasi.  

Motivasi itu membuncah, lantaran dalam 17 pertandingan kompetitif terakhir, Jerman tidak pernah kalah. Manuel Neuer dkk menang 15 kali dan hanya 2 kali imbang.
     
Kabar positif juga mengiringi persiapan Jerman, di mana bintang Dortmund Marco Reus sudah bisa bermain usai absen dari Piala Dunia karena cedera engkel parah.
     
Reus akan menjadi salah satu aktor penting dalam skema 4-2-3-1 yang dikembangkan pelatih Joachim Loew. Reus akan menjadi salah satu di antara tiga pemain di belakang striker tunggal bersama Thomas Mueller dan Mario Goetze. Striker Fiorentina Mario Gomez agaknya akan bermain sejak menit pertama sebagai lone striker.
     
"Skotlandia memiliki skuad yang sangat tangguh dan bermain pada level tertinggi. Mereka agresif dan bisa bermain dengan memanfaatkan ruang di lapangan," ucap Reus kepada Kicker.
    
 "Tiga pemain sudah tidak bersama kami. Begitu juga Bastian Schweinsteiger yang cedera. Namun kami masih tetap tim yang hebat dengan pemain-pemain muda berbakat," imbuh gelandang berusia 25 tahun itu.
    
Loew mengatakan bahwa kekalahan melawan Argentina karena persiapan yang mepet. Sebelum pertandingan, timnya hanya berkumpul dua hari. Apalagi, banyak muka-muka baru dalam skuad Die Mannschaft"julukan lain Jerman yang baru bergabung.
    
"Pertandingan melawan Argentina membuat kami terbangun. Inilah nilai pentingnya. Pertandingan ini akan sulit. Namun kami yakin akan bisa melaluinya," kata Loew kepada Kicker.
    
Salah satu hal yang paling disorot dalam kekalahan melawan Argentina adalah keroposnya lini pertahanan. Tidak adanya Hummels dan pensiunnya Mertesacker membuat Loew akan memasangkan bek Schalke 04 Benedikt Hoewedes dan pemain Bayern Muenchen Jerome Boateng di jantung pertahanan.
    
Di sisi lain, Skotlandia dalam posisi yang sangat baik. Sejak masuk menggantikan Craig Levein pada Januari 2013, Strachan membawa The Tartan Army ke rel yang positif. Dalam enam pertandingan terakhir, Darren Fletcher dkk tidak pernah kalah.
    
Strachan diyakini mampu meloloskan Skotlandia ke turnamen besar pertamanya sejak Piala Dunia 1998. Apalagi Fletcher juga menegaskan komitmennya kepada timnas. Jika bermain, gelandang Manchester United itu akan memakai baju Skotlandia pertama sejak Oktober 2012.
      
"Pemain kami sudah mulai berani membawa bola. Jarak antar pemain juga makin dekat. Kami juga bekerja sangat keras membangun kesepahaman di lini depan. Saya tidak mau penyerang kami terisolasi. Di pertahanan, kami lebih proaktif," kata Strachan.
     
Dalam pertandingan ini, Skotlandia tidak akan diperkuat beberapa pemain penting. Graham Dorrans absen karena cedera. Begitu juga dengan full back Andy Robertson dan bek tengah Christophe Berra.
     
Skoltandia memang tidak seharusnya gentar. Rekor pertemuan kedua tim relatif berimbang. Dalam 15 pertandingan, Jerman menang  enam kali dan kalah empat kali. Lima laga berakhir imbang. (nur/bas)


DORTMUND - Jerman mendapat sorotan tajam sepanjang pekan ini.  Pasalnya, mereka baru saja dikalahkan Argentina dengan skor 2-4 pada laga uji


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News