Jokowi Rekrut Eks Kepala BNN dan Putra Hendropriyono jadi Stafsus

Jokowi Rekrut Eks Kepala BNN dan Putra Hendropriyono jadi Stafsus
Joko Widodo. Foto: dok/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR, Mulfachri Harahap menilai, pengangkatan dua staf khusus (stafsus) baru untuk presiden adalah sebagai bentuk ketidakpuasan Joko Widodo terhadap kinerja intelijen.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi telah menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) mengenai pengangkatan Komjen Pol (Purn) Gories Mere (eks Kepala BNN) dan Diaz Hendropriyono (putra ketiga AM Hendropriyono) sebagai Staf Khusus Presiden. 

Penambahan dua Staf Khusus Presiden ini, menjadikan Jokowi kini memiliki 6 (enam) Staf Khusus. Sebelumnya sudah ada empat stafsus yaitu Ari Dwipayana, Sukardi Rinakit, Lenis Kagoya, dan Johan Budi SP.

Nah, menurut Mulfachri, Jokowi tak ingin terulang lagi dan lagi peristiwa seperti penyanderaan pelaut asal Indonesia oleh kelompok Abu Sayyaf di perairan laut Filipina Selatan.

"Ini kan menyangkut fungsi intelijen kita yang tidak cekatan memperoleh informasi. Ya, boleh jadi pengangkatan staf khusus presiden bidang intelejen ini juga karena ada semacam ketidakpuasan presiden terkait soal seperti ini," kata Mulfachri, kepada wartawan di Jakarta, Senin (11/7).

Soal penambahan staf khusus kepresidenan lanjutnya, bukan hanya terjadi di Indonesia. Di Amerika Serikat juga sering terjadi penambahan staf kepresidenan untuk menanggulangi sebuah masalah serius.

"Ketika warga negaranya disandera oleh beberapa kelompok separatis di banyak tempat di muka bumi ini, biasanya presiden AS menambah staf khususnya untuk menyelesaikan masalah tersebut," ungkap wakil rakyat dari daerah pemilihan Sumatera Utara I ini. (fas/jpnn)


JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR, Mulfachri Harahap menilai, pengangkatan dua staf khusus (stafsus) baru untuk presiden adalah sebagai bentuk


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News