Jumat, 16 November 2018 – 23:26 WIB

Jutaan Warga Pakistan Makin Menderita

Jumat, 06 Agustus 2010 – 17:51 WIB
Jutaan Warga Pakistan Makin Menderita - JPNN.COM

ISLAMABAD - Pemerintah Pakistan telah mengevakuasi setidaknya setengah juuta warganya dari kawasan berisiko banjir di daerah selatan, menyusul banjir terburuk di Pakistan yang mengancam pusat pertanian negeri sempalan India itu. Jumlah orang yang terkena imbas banjir di seluruh negeri telah meningkat menjadi lebih dari empat juta, setelah sungai-sungai menyapu desa-desa, menghanyutkan jalanan dan merusak panen.

Seperti dilaporkan Al Jazeera, dengan korban tewas yang mencapai sedikitnya 1.500 orang, pihak berwenang di Provinsi Sindh  yang padat penduduk, telah memperingatkan bahwa banjir besar diperkirakan akan terjadi pada pekan ini di daerah pertanian subur di sepanjang sungai Indus.

"Kami melihat berbagai persiapan sedang dilakukan di seluruh provinsi Sindh," kata wartawan Al Jazeera, Imran Khan, saat melaporkan peristiwa dari kota pesisir selatan Karachi. "Sejauh ini 500 ribu orang telah dievakuasi. Hampir 250 ribu rumah telah hancur di provinsi-provinsi yang berbatasan dengan Sindh. Banjir datang lebih jauh ke selatan. Tidak ada yang tahu apakah banjir akan mencapai Karachi, namun peringatan banjir telah diterbitkan," paparnya.

Lebih jauh ke utara di propinsi Punjab, reporter Al Jazeera, Kamal Hyder melaporkan, orang-orang terus meninggalkan desa-desa yang ditimpa banjir, mengarungi air dengan bertelanjang kaki, dan menjejalkan barang-barang ke gerobak keledai maupun ke mobil di bawah hujan lebat. "Pagi ini ketika orang-orang bangun mereka menemukan air telah mencapai wilayah mereka dan mereka memutuskan untuk pergi. Mereka mengeluh bahwa mereka tidak diberi peringatan dari pihak berwenang untuk berevakuasi sehingga mereka bisa menyelamatkan barang berharga mereka dan keluar pada waktunya," kata Kamal.

Para pejabat di Pakistan memperingatkan bahwa bendungan bisa jebol menyusul hujan lebat yang terus mengguyur kota Kot Addu di Provinsi Punjab, yang mengubah wilayah tersebut menjadi sebuah danau raksasa. "Skarang semua desa ini berbahaya. Kami mengevakuasi penduduk. Instalasi-instalasi penting berada dalam bahaya," ujar Manzoor Sarwar, kepala polisi untuk distrik Muzaffargarh berkata.

Sedangkan kepala Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan di Pakistan, Manuel Bessler, memperingatkan bahwa negara itu sekarang menghadapi "bencana besar". "Secara keseluruhan, lebih dari empat juta orang terkena dampak banjir baik secara langsung maupun tidak," katanya.

Para korban selamat telah mengecam pemerintah karena gagal menyelamatkan mereka dan memberikan bantuan yang lebih baik. Cemoohan telah dilontarkan kepada Asif Ali Zardari, presiden yang sangat tidak populer, karena tetap kukuh melanjutkan kunjungan ke Eropa pada puncak bencana.

Namun perdana menteri Pakistan, Yousuf Raza Gilani, mengatakan, bantuan dalam jumlah yang cukup telah disediakan. Sekitar 30 ribu tentara Pakistan dikerahkan untuk membantu membangun kembali jembatan, menyalurkan bantuan makanan, serta mendirikan kamp-kamp bantuan di wilayah barat laut Pakistan yang pertama kali terkena bencana.

Sementara negara asing dan PBB telah menyumbangkan jutaan dolar, termasuk helikopter militer AS yang dikerahkan untuk membantu mengevakuasi warga yang terjebak banjir.

Presiden Zardari kemarin berada di London untuk melakukan pembocaraan dengan Perdana Menteri David Cameron. Sedangkan badan amal Inggris telah mengajukan permohonan mendesak di TV dan radio untuk memberikan sumbangan bagi korban banjir Pakistan.(ara/jpnn)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar