JPNN.com

Kader Golkar Harus Lakukan Ini untuk Kuasai Momentum Politik

Jumat, 19 Agustus 2016 – 21:18 WIB Kader Golkar Harus Lakukan Ini untuk Kuasai Momentum Politik - JPNN.com
Kader Golkar Harus Lakukan Ini untuk Kuasai Momentum Politik

JAKARTA - Partai Golkar harus memenangkan seluruh momentum politik yang berpuncak pada Pemilu  2019. Karena hanya dengan kemenangan itu, Partai Golkar dapat dengan konsisten berikhtiar dalam mengisi kemerdekaan bangsa.

"Tetapi untuk memenangkan momentum politik, prasyarat utamanya adalah internal Partai Golkar harus solid dan kemudian tampil sebagai pelopor pembangunan bangsa," kata Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto di Jakarta, Jumat (19/8).

Dia katakan, bangsa Indonesia masih menghadapi berbagai masalah dalam negeri yang cukup kompleks seperti kesenjangan sosial ekonomi, pemerataan pembangunan, konflik sosial dan narkoba. Dalam konteks global, lanjutnya, Indonesia menghadapi masalah lemahnya daya saing bangsa.

"Partai Golkar harus mampu secara konsisten berperan sebagai pelopor pembangunan bangsa. Sesuai dengan doktrin karya dan kekaryaan, Partai Golkar harus mampu berikhtiar dalam pembangunan untuk mensejahterakan rakyat," katanya.

Selain itu, Novanto kembali menegaskan sikap Golkar mendukung program pemerintah seperti yang diutarakan Presiden Joko Widodo dalam Pidato Kenegaraan di depan sidang bersama DPR dan DPD RI, 16 Agustus 2016.

"Presiden Jokowi menegaskan agar bangsa Indonesia harus bangkit dan bersama-sama menitikberatkan pembangunan pada sikap produktif dan menghindari sikap konsumtif. Titik berat pembangunan tidak hanya bersifat jawa sentris, tapi membangun dalam perspektif Indonesia sentris," kata Novanto mengutip pidato presiden.

Selain itu ujar Novanto, Pak Jokowi juga menegaskan ketimpangan sosial yang diakibatkan oleh globalisasi, diharapkan dapat diminimalisir dengan pembangunan infrastruktur yang merata hingga ke daerah-daerah.

"Program-program seperti inilah yang Golkar dukung sepenuhnya untuk kemajuan rakyat dan bangsa Indonesia," pungkas Ketua DPR RI itu.(fas/jpnn)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...