JPNN.com

Ketahui Hubungan Migrain dan Gangguan Pola Tidur

Kamis, 14 Maret 2019 – 19:20 WIB Ketahui Hubungan Migrain dan Gangguan Pola Tidur - JPNN.com

jpnn.com - Di saat kebanyakan orang beristirahat, perawat jaga mesti tetap siaga di malam hari untuk membantu menangani para pasien di rumah sakit. Karena hal ini, perawat yang bertugas tersebut rentan mengalami sakit kepala sebelah atau migrain akibat kekurangan waktu istirahat.

Kalaupun merasa lelah dan mencuri waktu untuk tidur barang beberapa menit, biasanya perawat tidak akan bisa 100 persen terlelap. Karena sewaktu-waktu mereka harus segera bangun dan menuju ruangan pasien yang membutuhkan bantuannya. Tak heran, perawat rentan mengalami gangguan pola tidur dan migrain.

Migrain dan gangguan pola tidur

Menurut dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, gangguan pola tidur di malam hari memang sangat berkaitan dengan timbulnya keluhan sakit kepala sebelah. Dan umumnya, menurut dr. Ega, kondisi ini sering terjadi saat penderitanya sempat tertidur sebentar, lalu terbangun secara tiba-tiba.

Sebagian besar sumber menyebutkan, serangan migrain di malam hari berhubungan dengan pelepasan senyawa kimia tubuh saat periode Rapid Eye Movement (REM), yaitu momen ketika seseorang mulai terlelap.

Migrain yang terjadi pada periode REM ini sebenarnya sangat merugikan, karena mengganggu tubuh dalam memproduksi senyawa dopamin dan serotonin yang seharusnya bertugas mengendalikan suasana hati, nafsu makan, stres, serta nyeri.

Nah, perawat jaga yang kekurangan waktu tidur atau kualitas tidurnya terganggu akan kekurangan kedua hormon tersebut, sehingga tubuh kehilangan kemampuan untuk mengendalikan rasa nyeri, sehingga tercetuslah migrain.

Mungkin karena penyebabnya adalah kurang tidur, Anda mengira bahwa langsung tidur saat migrain menyerang adalah solusi terbaik. Namun kenyataannya, telanjur migrain akan membuat Anda semakin sulit tidur dan perlu cara lain untuk mengatasi hal tersebut.(chi/jpnn)

Sumber klikdokter

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...