Rabu, 19 Juni 2019 – 20:47 WIB

Komunitas Pemuda di Ciamis Pilih Jaga Kampung Daripada Ikut People Power

Selasa, 21 Mei 2019 – 14:25 WIB
Komunitas Pemuda di Ciamis Pilih Jaga Kampung Daripada Ikut People Power - JPNN.COM

jpnn.com, CIAMIS - Puluhan komunitas pemuda di Kabupaten Ciamis dan Pangandaran menggelar deklarasi Ciamis Damai dan kondusif. Mereka terdiri dari pemusik jalanan, pencinta tato, suporter dari komunitas Balad Galuh, komunitas motor seperti Moonraker, GBR, XTC dan Brigez.

Giak, inisiator kegiatan menerangkan, kegiatan ini sengaja digelar dengan tujuan untuk menjaga tali persaudaraan antarkomunitas di Kabupaten Ciamis.
Menurut dia, pada dasarnya Ciamis hingga saat ini dalam kondisi yang kondusif tanpa ada perpecahan. “Pada acara hari ini kami nyatakan bahwa kami pun bisa menjaga kondusifitas, terutama kenyamanan, keamanan Kabupaten Ciamis tercinta ini,” katanya.

Lebih dari itu, para komunitas ini mengaku siap dalam membantu pemerintah atau aparat keamanan, khususnya dari Polres Ciamis Polda Jawa Barat hingga TNI dalam menjaga kondusifitas wilayah. “Bisa disaksikan oleh pemerintah dan kepolisian, bahwa dalam menjaga keamanan dan ketertiban kami pun siap,” sambung Giak.

Sementara itu, terkait isu gerakan people power atau kedaulatan rakyat, dengan tegas mereka tolak. Para komunitas di Ciamis tersebut memilih menjaga kampung halamannya, daripada ikut-ikutan rencana aksi di Jakarta.

(Baca Juga: Pidato Kemenangan, Jokowi: Pembangunan Harus Adil dan Merata)

Seruan menjaga situasi kondusif di Ciamis dan tolak people power juga dilontarkan Rektor Univeritas Galuh (Unigal), DR. H. Yat Rospia Brata. Yat meminta masyarakat dewasa dalam menyikapi isu-isu yang berkembang. Khususnya terkait isu dan situasi politik yang terus menggelinding bebas belakangan ini, seperti soal People Power atau gerakan kedaulatan.

“Kita harus lebih dewasa menyikapinya. Tetap jaga situasi kondusif agar Indonesia, khususnya Kabupaten Ciamis tetap dingin dan damai,” katanya. (*adk/jpnn)

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar