Krisis Chip

Krisis Chip
Dahlan Iskan. Foto: Ricardo/JPNN.com

Memang tidak akan ada yang masuk rumah sakit atau meninggal dunia, tetapi dunia modern sudah terlalu bergantung pada benda sebesar 6 nanometer itu.

Selama ini Taiwan-lah yang memasok 50 persen keperluan chip dunia. Anda sudah tahu mereknya apa: TSMC. Yang dimiliki ilmuwan Amerika kelahiran Taiwan.

Tahun lalu Taiwan dilanda musim kering yang tidak biasa. Yang terburuk dalam 100 tahun.

Pasokan air untuk pabrik chip itu sampai terganggu, padahal pabrik chip TSMC memerlukan air murni, tiap hari, sampai 63.000 ton.

Masih ditambah: harga salah satu bahan bakunya, tembaga, naik.

Pabrik chip di Jepang, ndilalah, kebakaran, sedangkan pabrik chip di Malaysia sempat tutup lama akibat Covid.

Pun kalau pabrik di Taiwan, Jepang, dan Malaysia itu sudah normal kembali. Belum akan bisa mengatasi krisis sekarang ini. Produksinya tetap. Keperluannya naik terus.

Inilah krisis kelas atas. Terlalu atas. Yang di bawah, untuk menontonnya pun sulit.(***)


Berita Selanjutnya:
Pajak Baru

Xi Jinping menyebut Biden sebagai teman lama. Belum pernah terjadi: dua pemimpin dunia menggunakan waktu bersama lebih lama dari Jinping-Biden.


Redaktur : Antoni
Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News