Laut Bercerita

Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Laut Bercerita
Ilustrasi demo mahasiswa: Ricardo/JPNN.com

Tokoh utama kisah ini ialah seorang mahasiswa bernama Biru Laut Wibisono yang mulai bercerita bagaimana perjalanan hidup yang telah ia alami.

Laut bersama sahabatnya sepantaran mahasiswa di Yogyakarta, Sunu, Alex, Kinan, Daniel, Gusti, Julius, Bram dan beberapa aktivis lainnya berjuang melawan kekuasaan rezim otoriter.

Kisah ini diambil dari peristiwa nyata yang direkonstruksi ulang dengan tambahan beberapa bumbu drama.

Para mahasiswa itu menjadi buron yang hidup berpindah-pindah dari satu tempat ke lainnya. Mereka dikejar aparat karena membantu gerakan petani yang menolak penggusuran. Nyawa para mahasiswa itu menjadi taruhan.

Peristiwa Blangguan, nama sebuah daerah rekaan di Jawa Timur, membawa mereka ke tahanan. Demi membela petani-petani jagung yang lahannya akan dirampas pemerintah, menjebloskan Laut ke dalam penjara.

Dia dipukuli habis-habisan, diinjak dengan sepatu bergerigi, dan disetrum. Setelah mereka tak mendapat jawaban, Laut dan kawan-kawannya dibuang begitu saja di Bungurasih, daerah perbatasan Surabaya.

Dari sebuah rumah kontrakan di Seyegan, Yogyakarta mereka secara sembunyi mengadakan pertemuan dan menyusun aksi.

Isu orang hilang dan penculikan bukan hanya isapan jempol pada masa itu. Mereka harus waspada setiaps saat.

Kisah nyata para korban penculikan dan penghilangan paksa itu diceritakan oleh wartawan dan novelis Leila S. Chudori dalam novel Laut Bercerita.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News