Menko PMK: UT Satu-satunya Perguruan Tinggi yang tak Terpengaruh Pandemi

Menko PMK: UT Satu-satunya Perguruan Tinggi yang tak Terpengaruh Pandemi
Menko PMK Muhadjir Effendy saat menjadi pembicara kunci di webinar pendidikan mahasiswa Pokjar UT Hongkong. Foto: tangkapan layar zoom Mesya

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, konsekuensi penerapan pendidikan jarak jauh (PJJ) kian memperlihatkan kesenjangan dalam dunia pendidikan di Indonesia.

Namun, Universitas Terbuka (UT) sampai saat ini merupakan satu-satunya perguruan tinggi yang tidak terpengaruh pandemi Covid-19. Sebab, sejak awal berdiri UT sudah menerapkan PJJ.

"Jangan bicara industri 4.0 terutama dengan mereka yang ada di pelosok, tetapi bagaimana anak-anak mendapatkan akses pendidikan," kata Muhadjir dalam webinar pendidikan mahasiswa kelompok belajar Universitas Terbuka (UT) Hongkong, Minggu (7/2).

"Tugas saya sebagai Menko PMK adalah memastikan hal itu dengan baik. Kami tidak boleh membiarkan satu orang pun anak bangsa terabaikan."

Menurutnya, program pendidikan di Indonesia harus meliputi empat hal yaitu akses, kuantitas, kualitas, dan kesesuaian.

Empat hal tersebut harus diramu sedemikian rupa untuk bisa mencapai cita-cita di dalam Undang-Undang Dasar 1945.

PJJ merupakan sistem pendidikan modern yang menggunakan sarana belajar elektronik dan berbasiskan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Sejalan dengan tuntutan era globalisasi dan industri 4.0. 

Menko PMK lebih jauh menyebut, kualitas tanpa kuantitas akan membuat Indonesia makin tertinggal. Demikian juga kualitas dan kuantitas tanpa ada kesesuaian dengan dunia kerja pun percuma.

Menko PMK Muhadjir Effendy memberikan apresiasi kepada Universitas Terbuka (UT) yang turut memberikan akses pendidikan kepada mahasiswa di seluruh pelosok dan pekerja migran

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News