Jumat, 19 April 2019 – 13:15 WIB

Menteri Nasir Sebut Prestasi Akademik Mahasiswa Bidikmisi Memuaskan

Senin, 08 April 2019 – 06:00 WIB
Menteri Nasir Sebut Prestasi Akademik Mahasiswa Bidikmisi Memuaskan - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA - Menristekdikti Mohamad Nasir mendorong pemuda - pemudi Indonesia dari keluarga kurang mampu untuk berkuliah melalui program beasiswa Bidikmisi. Menteri Nasir menyatakan program beasiswa ini dipastikan bisa memutus rantai kemiskinan di keluarga mereka serta mengurangi angka pengangguran di masa depan.

"Kalau seseorang semakin pintar, pasti dia akan mampu menggerakkan ekonomi. Economic capacity and analysis-nya pasti akan lebih baik. Sumber daya manusia (SDM) yang punya pendidikan lebih baik, dia akan menerima tantangan global dan beradaptasi dengan lebih mudah. Seseorang yang mempunyai latar belakang pendidikan yang semakin tinggi, akan dipastikan mampu berinovasi lebih baik," ungkap Menteri Nasir, Minggu (7/4).

Nasir menyatakan, saat ini pemerintah sudah meningkatkan jumlah beasiswa Bidikmisi untuk mahasiswa dan mahasiswi baru dari 90 ribu pada 2018, menjadi 130 ribu mahasiswa dan mahasiswi baru di 2019.

Menteri Nasir menyatakan pemerintah puas dengan kinerja akademik dari para mahasiswa dan mahasiswi Bidikmisi dan juga pencapaian profesional para lulusan Bidikmisi yang banyak menjadi orang sukses.

BACA JUGA: Beasiswa dari BI Rp 1 Juta per Bulan, Satu Kampus 50 Mahasiswa

"Yang gagal (lulus) hanya satu persen dari program Bidikmisi. Sebanyak 99 persen berhasil lulus. Sebagai contoh di Universitas Jember, ada anak-anak Bidikmisi yang IPK-nya 3,95. Anak Teknik Sipil yang IPK-nya 3,98. Hal ini tidak mudah, untuk mendapatkan IPK di atas 3.0. Di rumpun sosial tadi ada IPK yang 4.0. Bagaimana mereka belajar itu, sangat luar biasa dan benar-benar memberikan inspirasi bagi mahasiswa mahasiswi lainnya. Sungguh saya sangat mengapresiasi mereka," bebernya.

Menteri Nasir menyatakan kunci keberhasilan mahasiswa dan mahasiswi Bidikmisi, terletak pada daya tahan mereka dalam menghadapi tantangan di perguruan tinggi dan dunia kerja.

"Mahasiswa mahasiswi Bidikmisi itu memang berasal dari keluarga kurang mampu, tapi negara selalu hadir untuk mereka, sehingga mereka seperti mendapatkan angin segar dan percaya diri, melalui program beasiswa Bidikmisi. Dengan adanya program beasiswa ini, daya tahan mereka sangat tinggi. Walaupun mereka biasa hidup kurang mampu, tetapi hal ini memberikan nilai positif karena otomatis membangun 'karakter daya juang yang tangguh dan keras. Sehingga jika mendapatkan umpan sedikit, mereka bisa berlari dengan cepat," ungkap Nasir.

Menteri Nasir menyatakan pemerintah mengalokasikan program beasiswa Bidikmisi bagi mahasiswa dan mahasiswi yang kurang mampu, untuk menekan angka kemiskinan dan angka pengangguran di Indonesia, terutama dalam empat tahun terakhir. (esy/jpnn)

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar