Menyesal Gwadar

Oleh Dahlan Iskan

 Menyesal Gwadar
Dahlan Iskan di pedalaman Pakistan, dekat Kashmir. Foto: disway.id

Saya bermasalah.

Tidak boleh meneruskan perjalanan. Paspor saya diminta. Diperiksa. Lalu dibawa ke pos polisi.

Saya kembali masuk mobil. Tidak tahan panasnya. Dan lagi saya harus ingat dokter: tidak boleh terlalu terkena terik matahari. Terkait dengan obat yang saya minum seumur hidup: obat setelah transplantasi hati itu.

Sopir saya mengikuti polisi. Menjaga paspor saya. Intinya: saya tidak boleh meneruskan perjalanan.

Saya datangi polisi di posnya. 

"Saya bukan Chinese. Saya dari Indonesia," kilah saya. 

Pokoknya tidak boleh. 

"Bunyi papan itu Chinese Security Desk. Saya Indonesia. Saya Islam," kata saya. 

Saya pun jadi tahu: mengapa Amerika mundur dari proyek Gwadar. Sekian puluh tahun lalu. Demikian juga Singapura.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News