Musim Kemarau, Warga Belakangpadang Alami Krisis Air Bersih

Musim Kemarau, Warga Belakangpadang Alami Krisis Air Bersih
Dam Seiharapan. F. Dalil Harahap/Batam Pos

"Dua hari ini mereka sudah datang setelah kami surati. Alhamdulillah air sudah mengalir meskipun digilir karena produksi air bersih belum maksimal karena pengoperasian manual," jelasnya.

Karena itu, sambungnya, warga diharapkan bersabar karena kurangnya pasokan air ini. Untuk kondisi waduk yang mengering, hingga saat ini pihaknya masih berusaha untuk memanfaatkan sisa-sisa air waduk.

"Setiap hari kami pompa dan kami olah. Pasokan yang tidak banyak inilah yang dimanfaatkan warga. Dan itu gratis karena warga harus mengambil sendiri dekat waduk," terangnya.

Menurutnya kondisi ini hampir terjadi di seluruh Batam. Seperti Dam Seiharapan yang sekarang juga telah melakukan rationing karena berkurangnya debit air.

"Di Batam saja seperti itu, apalagi kami kondisi waduknya yang kecil ini. Mudah-mudah yang sudah kami lakukan ini bisa sedikit membantu kebutuhan warga meskipun belum maksimal," tutupnya.(jpg)


Musim kemarau beberapa bulan belakangan membuat seluruh waduk atau dam di Kecamatan Belakangpadang kering. Kondisi ini membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih dan harus membeli dari luar pulau.


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News