Ngarep Rp50 Juta, Kurir Ini Malah Ketangkap dan Terancam Hukuman Mati

Senin, 15 Mei 2017 – 23:19 WIB
Ngarep Rp50 Juta, Kurir Ini Malah Ketangkap dan Terancam Hukuman Mati - JPNN.com
Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Keri Nixon Manurung (dua dari kanan) Kabid Brantas BNNP Kepri Bubung menunjukan barang bukti 21,5 kg sabu-sabu dengan tiga tersangka yang berhasil diamankan saat ekpos di Kantor BNNP Kepri di Nongsa, Senin (15/5). F Cecep Mulyana/Batam Pos/jpg

jpnn.com, BATAM - Badan Nakortika Nasional Provinsi Kepri berhasil menggagalkan penyelundupan 20 paket sabu seberat 21,5 gram dari Malaysia.

Tiga tersangka mengaku nekat menyelundupkan barang terlarang itu karena diiming-imingi uang puluhan juta.

Kepala BNNP Kepri Brigjen Pol Nixon Manurung mengatakan ketiga tersangka ditangkap setelah adanya informasi tentang penyelundupan sabu dari Malaysia ke Karimun.

Bermodal informasi dan ciri-ciri pelaku, mulai melakukan pengintaian. Mulai dari hotel hingga usai transaksi penyelundupan sabu.

"Ketiga tersangka memasuki perairan Malaysia dengan kapal. Dan sesampainya di Pelabuhan mereka langsung kita tangkap. Sementara, tekong pembawa kapal berhasil kabur," kata Nixon seperti dikutip Batam Pos (Jawa Pos Group), Senin (15/5) pagi.

Dua dari tiga tersangka berasal dari Madura, sedangkan satunya dari Karimun. Rencananya sabu itu akan dibawa ke Kuala Tungkal (Jambi) menggunakan kapal. Dari dari Kuala Tungkal akan dibawa ke Surabaya dengan transportasi darat. Dari Surabaya barulah dibawa ke Madura.

"Nah dua orang ini diduga akan membawa sabu itu hingga Madura. Sementara yang di Karimun diduga sebagai penunjuk jalan. Namun, itu masih kata mereka. Peran pastinya masih kita lidik," terang Nixon.

Menurut dia, pengakuan ketiga tersangka mengaku akan diberi imbalan Rp 20 - 50 juta, jika paketan sabu itu sampai kepada orang yang dimaksud. Bahkan saat ini pihaknya telah menetapkan tiga orang sebagai DPO diantaranya Hs, Ji dan U.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...