Nico dan Ibul

Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Nico dan Ibul
Suporter Arema FC memasuki lapangan setelah tim yang didukungnya kalah dari Persebaya dalam pertandingan sepak bola BRI Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/tom.)

Perusahaan ini menjadi operator seluruh kompetisi profesional di lingkungan PSSI, dan karenanya perusahaan ini harus bertanggung jawab.

Ahmad Hadian menjadi tokoh high profile yang dijadikan tersangka sejauh ini. 

Lainnya ialah ketua panitia pelaksana pertandingan, security officer, dan beberapa anggota polisi yang bekerja pada level operasional. 

Suporter Arema secara resmi mengajukan gugatan permintaan maaf terbuka terhadap Presiden Joko Widodo dan para elite pemimpin negara. 

Para suporter juga mengeluarkan ultimatum supaya polisi segera menetapkan tersangka dalam kasus ini. 

Jika tuntutan ini tidak dipenuhi dalam seminggu, para suporter akan turun ke jalan dalam jumlah besar.

Enam tersangka itu disebut bertanggung jawab dalam hal teknis pelaksanaan pertandingan di lapangan. 

Akan tetapi, di atas enam orang itu, masih ada otoritas yang lebih tinggi yang mestinya ikut bertanggung jawab. 

Nico Afinta dan Iwan Bule alias Ibul disorot oleh publik maupun netizen, karena dianggap bertanggung jawab atas Tragedi Kanjuruhan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News