Pak Bupati Ungkap Fakta: Dokter PNS Hanya 2 Jam di RSUD

Pak Bupati Ungkap Fakta: Dokter PNS Hanya 2 Jam di RSUD
Bupati Purbalingga H Tasdi SH MM saat sidak di RSUD kemarin (14/8). Foto: Aditya Wisnu Wardana/Radar Banyumas/JPNN.com

jpnn.com, PURBALINGGA - Bupati Purbalingga, Jateng, H Tasdi SH MM mengungkapkan kekecewaannya atas kinerja dokter berstatus PNS di RSUD dr Goeteng Taroenadibrata Purbalingga.

Sebab, diketahui banyak dokter PNS yang datang terlambat, namun pulang lebih awal dengan alasan ada praktik dokter di tempat lain.

Hal itu, diungkapkan Bupati ketika memberikan sambutan dalam apel pagi di kantor Dinas Koperasi dan UMKM Purbalingga, Senin (14/8).

Sebelum, menggelar apel pagi, bupati dan pejabat terkait melakukan inspeksi mendadak (sidak) di tiga kantor, yakni Dinas Pirindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi dan UMKM, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

"Saya mendapatkan data kenaikan pangkat dari BKPPD (Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah). Sebelum menandatangani kenaikan pangkat tersebut, saya minta dicek terlebih dulu absensinya. Setelah saya cek ternyata hasil absensi para dokter tersebut mengecewakan," kata bupati.

Bupati mengaku kecewa, sebab sebagai PNS yang merupakan abdi negara, para dokter tersebut seharusnya mementingkat pelayanan di RSUD terlebih dahulu.

Tapi kenyataannya, justru banyak nyabang di tempat praktik lain, sehingga pelayanan di RSUD tak maksimal.

Bupati mencontohkan ada dokter PNS yang masuk kerja di RSUD sekira pukul 09.00 WIB hingga 10.00 WIB. Tetapi, sekira pukul 11.00 WIB hingga 12.00 WIB sudah pulang.

Bupati Purbalingga, Jateng, H Tasdi SH MM mengungkapkan kekecewaannya atas kinerja dokter berstatus PNS di RSUD dr Goeteng Taroenadibrata Purbalingga.