Pasokan Daging Terancam, Puasa-Lebaran Rawan Krisis

Pasokan Daging Terancam, Puasa-Lebaran Rawan Krisis
Pasokan Daging Terancam, Puasa-Lebaran Rawan Krisis
JAKARTA - PD Darma Jaya mendesak agar Pelabuhan Tanjung Priok melalui bea dan cukai segera mengeluarkan daging impor yang ditahan sejak beberapa waktu lalu. Hal ini untuk mengantisipasi kelangkaan daging di Jakarta. Guna mengatasi persoalan kelangkaan daging, Direktur PD Darma Jaya Zainudin telah meminta dukungan sejumlah pihak. “Kami sudah meminta DPRD DKI membantu agar daging yang tertahan segera dikeluarkan. Upaya pendekatan dengan kementerian terkait juga telah dilakukan,” ujarnya, Kamis (19/5).

Akibat penahanan daging impor tersebut, tutur Zainudin, tidak ada stok daging di gudang milik PD Darma Jaya. Padahal kebutuhan daging di ibu kota relatif besar setiap harinya. “Setiap hari dibutuhkan sebanyak 600 ton daging segar atau 1.000 ekor sapi untuk konsumsi masyarakat,” ungkap dia.

Sementara itu, PD Darma Jaya baru bisa memenuhi sebanyak 700 ekor atau 450 ton per hari. Untuk menutupi kekurangannya, sebanyak 200-250 ton per hari diambil daging beku dari luar daerah.

Begitupun dengan kebutuhan daging ayam sebanyak 600.000 ekor ayam per hari. Hingga kini baru dapat terpenuhi 400.000 ekor per hari. Sedangkan kekurangannya didatangkan daging ayam dari luar daerah. Kebutuhan daging sapi dan ayam disuplai dari dua rumah pemotongan hewan (RPH) di Cakung dan Pulogadung.

Kondisi kelangkaan daging dikhawatirkan bisa berlarut-larut hingga menjelang puasa dan hari raya. “Bila hal itu terjadi, saya tak bisa membayangkan. Semua tahu bahwa kebutuhan daging mengalami peningkatan cukup tinggi menjelang hari raya,” kata Zainudin.

JAKARTA - PD Darma Jaya mendesak agar Pelabuhan Tanjung Priok melalui bea dan cukai segera mengeluarkan daging impor yang ditahan sejak beberapa

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News