Pendeta Saifuddin

Pendeta Saifuddin
Pendeta Saifuddin Ibrahim. Dok: tangkapan layar YouTube Saifuddin Ibrahim.

Ade Armando—yang selama ini dianggap berada pada kubu yang sama—kali ini mengkritik keras Pendeta Saifuddin dan menganggapnya tidak punya akal sehat.

Al-Qur'an bersisi sabda Allah. Mengganti dan menghapus sebagian ayat-ayatnya sama saja dengan mencampakkan kitab suci itu. Hal yang harus direvisi bukan ayat-ayat Al-Qur'an, tetapi tafsir terhadap ayat-ayat itu yang harus direvisi, karena tafsir manusia tidak bersifat suci seperti Al-Qur'an. Begitu komentar Armando.

Pak Pendeta tidak memberi contoh ayat-ayat yang dimaksudnya. Secara umum ayat-ayat dalam Surat At-Taubah, surat ke-9, sering disebut sebagai ayat-ayat perang yang mendorong munculnya kekerasan dalam Islam.

‘’Apabila telah selesai bulan-bulan haram, maka perangilah orang-orang musyrik di mana saja kamu temui, tangkaplah dan kepunglah mereka, dan awasilah di tempat pengintaian. Jika mereka bertobat dan melaksanakan salat serta menunaikan zakat maka berilah kebebasan kepada mereka’’.

Ayat itu secara pejoratif disebut sebagai ayat perang. Penafsiran ayat itu dipakai sebagai justifikasi ajakan perang dan penggunaan kekerasan, termasuk teror. Ayat ini dapat dijadikan dalil untuk memerangi orang musyrik atau siapa pun yang bukan Islam.

Ayat ini dianggap sebagai salah satu dalil untuk melaksanakan jihad dalam bentuk perang.

Interpretasi agersif itu muncul di segmen umat Islam tertentu. Namun, mufasir lain menginterpretasikannya sebagai upaya defensif, yaitu dorongan bagi umat Islam untuk melakukan perlawanan terhadap kaum musyrik apabila mereka memerangi terlebih dahulu.

Kekerasan dalam Islam menjadi bahasan para sarjana sejak lama. Kekerasan di beberapa negara yang berpenduduk Islam muncul karena adanya perlakuan tidak adil kepada Islam yang mengakibatkan kemunduran dan penderitaan.

Menko Polhukam Mahfud MD kesal oleh video Pendeta Saifuddin itu, Ade Armando menganggap Saifuddin tidak punya akal sehat.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News