Pengakuan Pelaku Penipuan Modus Pura-pura Pindah Agama

Pengakuan Pelaku Penipuan Modus Pura-pura Pindah Agama
Pelaku penipuan EKS (tengah) diinterogasi Kasat Reskrim Polresta Palangka Raya Kompol Todoan Gultom Agung (kanan), Selasa, (14/1/2020). Foto: ANTARA/Adi Wibowo

"Karena ditinggal korban ke Banjarmasin, pelaku langsung dengan leluasa membuka lemari baju korban dan mengambil uang Rp1 juta di dalamnya beserta BPKB sepeda motor milik korban," ucap Gultom.

Tersangka yang sudah mendapatkan uang, BPKB, dan sepeda motor, langsung pergi dari kediaman korban dan menjual sepeda motor tersebut kepada seseorang yang ia tidak kenal di Kecamatan Sabangau dengan harga Rp3,5 juta.

Dengan uang tersebut pelaku langsung kabur ke Kapuas yang menjadi tempat persembunyiannya. Di Kapuas uang hasil penjualan sepeda motor dan uang korban lainnya itu dihabiskan untuk makan sehari-hari dan minum-minuman keras.

"Pria yang sudah mendekam di sel Mapolresta Palangka Raya ini, dikenakan Pasal 362 KUHP tentang pencurian dan 372 KUHP penggelapan dan penipuan barang milik orang lain dengan ancaman hukumannya maksimal lima tahun penjara," katanya.

Kepada penyidik, EKS mengaku dirinya melakukan perbuatan seperti itu sudah empat kali, yakni di Palangka Raya, Kapuas, dan Katingan.

Modus operandi yang dilakukan oleh tersangka itu didapatkan saat berada di dalam penjara, ketika dirinya tersandung kasus narkoba dan divonis beberapa tahun oleh hakim.

"Cara seperti itu saya belajar dari teman sewaktu di penjara. Kemudian perbuatan seperti itu telah saya lakukan empat kali," katanya. (antara/jpnn)

Gaji PPPK Setara Dengan PNS:

Polisi menangkap pelaku penipuan dengan modus pura-pura pindah agama, lantas menguras harta milik korban.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News