Peniup Sempritan

Oleh Dahlan Iskan

Peniup Sempritan
Dahlan Iskan. Foto: Ricardo/JPNN.com

Ketika hakim bertanya apakah ada kecurangan di proses pemilu ini, sang pengacara mengatakan ''sampai detik ini saya tidak melihat''.

Rupanya sumber informasi bahwa di pemilu kali ini terjadi kecurangan berasal dari pengakuan seorang pegawai kantor pos. Namanya: Richard Hopkins.

Pengakuan Hopkins itu viral luar biasa. Jadi pegangan para pengikut Trump. Apalagi video yang beredar itu sangat meyakinkan.

Isinya: Hopkins bersaksi bahwa pegawai kantor pos diinstruksikan untuk mengubah kartu suara. Surat suara yang dikirim setelah tanggal 3 November agar diberi stempel pos tanggal 3 November.

Dengan demikian surat suara yang mestinya tidak boleh lagi dihitung itu bisa tetap dihitung.

Hopkins adalah pegawai kantor pos di kota Erie, Pennsylvania.

Begitu hebatnya Hopkins bersaksi sehingga ia sempat mendapat gelar heroik: sang whistleblower. Si peniup sempritan. Sang pembongkar kejahatan pilpres.

Para tokoh Partai Republik berani bersuara keras berpegang pada kesaksian Hopkins itu. Pompeo bersuara lantang berdasar kesaksian itu pula. Presiden Trump sendiri menganggap Hopkins sebagai seorang patriot sejati.

Kalaupun Trump tidak mau keluar dari Gedung Putih, ia tidak akan disediakan makanan dan minuman lagi di situ. Juga tidak ada staf yang melayaninya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News