Penyesalan Panggung

Oleh: Dahlan Iskan

Penyesalan Panggung
Dahlan Iskan (Disway). Foto: Ricardo/JPNN.com

Seniman-seniman besar sering mampir di sini. Termasuk, dulu, penyair-dramawan WS Rendra.

Hari-hari ini Antok bersama Aremania-Aremanita yang lagi berduka. Ia memang bisa jadi salah satu muara duka.

Sebenarnya sudah banyak politisi yang cari panggung: ingin mendamaikan Bonek-Bonita dan Aremania-Aremanita. Sejak lama. Tetapi mereka tahu motifnya sangat politis. Suporter dijadikan panggung.

Maka tragedi Kanjuruhan menjadi momentum agar tanpa makcomblang pun mereka bisa bersatu.

Antok Baret sudah bicara persatuan itu. Bonek juga sudah bicara. Mereka pun bisa bertemu dengan tulus. Tanpa dimanfaatkan siapa pun.

Panggung suporter memang besar. Tapi panggung itu juga panas. (*)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Berita Selanjutnya:
Tragedi Prestasi

The New York Time, koran paling bergengsi di dunia, juga begitu menyudutkan polisi Indonesia. Anggaran pembelian gas air mata diungkap di situ.


Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News