Minggu, 18 Agustus 2019 – 16:10 WIB

Peraih Kalpataru Curi Terumbu Karang

Rabu, 15 Desember 2010 – 08:15 WIB
Peraih Kalpataru Curi Terumbu Karang - JPNN.COM

SABANG  -- Meski meraih penghargaan Kalpataru 2010 dari negara di bidang maritim, tak membuat Mahyidin alias Dodent malu mencuri. Bahkan perbuatannya yang menjarah terumbu karang di perairan Sabang, disertai barang bukti masih coba disangkal. ia pun terpaksa membayar denda Rp30 juta.

Kegiatan haram tersebut dilakukan Dodent, di sekitar proyek Dermaga CT-3 Lhok pasiran Kecamatan Sukakarya, Sabang. Pengerusakan dilakukan sedikitnya oleh sepuluh orang, Senin (13/12) dengan menggunakan dua boat dan perlengkapan miliknya. Beruntung aksi diketahui dan langsung dilaporkan warga, kepada panglima laot wilayah Lhok pasiran. Menurut keterangan Panglima Laot Lhok Pasiran, Basri Hasan kepada wartawan Selasa (14/12) kemarin, pencurian berlangsung sekitar pukul 11.00 WIB.

“Dari pengaduan kemarin,  saya beserta warga dengan mengunakan boot menuju lokasi untuk melihat langsung aktifitas tersebut. Ternyata benar, mereka sudah melakukan pengerusakan dan mencuri karang di wilayah kami. Ini sungguh keterlaluan," ujar Basri.

Pada prinsipnya, tindakan yang diambil warga sesuai prosudur hukum aturan laut. Tak sembarang menangkap jika pelaku memiliki izin resmi. Dan ternyata Dodent tak ada surat, bisa dijadikan alasan untuk mengambil terumbu karang. Selanjutnya diteruskan kepada apolsek, Dinas Perikanan dan Bapedalda. Dalam penangkapan tersebut turut disita dua unit boat, bersama sepuluh pekerja atas suruhan Dodent.

“Kita memperoleh barang bukti, berupa 5 tong fiber penuh dengan terumbu karang. Disertai sejumlah perlengkapannya termasuk linggis dan lain-lain. Namun setelah  duduk dan sepakat kasus tersebut selesai, dengan denda sebesar Rp 30 juta sesuai dengan hukum yang berlaku di Sabang,” tandas Basri yang didampingi oleh Sekretaris Panglaot Ridwan.

Sementara itu Dodent mengaku, tindakanya tersebut justru untuk menyelamatkan lingkungan yang dinilai sudah rusak. Pasalnya ada pembangunan dermaga di daerah Lhok Pasiran. Bahkan terumbu karang yang di ambil, rencananya akan ditanam kembali di daerah konservasi wisata, seperti laut Iboih dan Pulau Rubiah.

“Secara lisan saya telah memperoleh izin dari BPKS. Karena dari pada rusak lebih baik di ambil. Termasuk koordinasi dengan pihak terkait lainnya, juga sudah kita lakukan. Tapi apa boleh buat, kalau mereka menganggap kita salah dan menjatuhkan denda,” katanya.

Terpisah menanggapi porsolan tersebut, Kabid Standarlisasi Dampak Lingkungan Hidup Bapedalkep kota Sabang Amirza mengaku tindakan yang diambil oleh Dodent merupakan pelanggaran hukum. Terkait telah diberlakukanya undang-undang tentang dampak lingkungan dan BPKS tidak berwenang untuk mengeluarkan izin. (han)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar