Perang Dua Hari, Oposisi Syria Bidik Akademi Polisi

71 Anak Tewas Akibat Rudal Assad

Perang Dua Hari, Oposisi Syria Bidik Akademi Polisi
Perang Dua Hari, Oposisi Syria Bidik Akademi Polisi
Dalam perkembangan lain, rudal militer Assad kembali memakan banyak korban jiwa ketika menghujani Aleppo. Human Rights Watch (HRW) membeber kemarin bahwa sedikitnya empat rudal yang ditembakkan akhir pekan lalu merenggut 141 nyawa. Separo di antaranya anak-anak.

Menurut HRW, serangan itu menghantam permukiman. HRW menyebut serangan tersebut sebagai peningkatan pelanggaran hukum yang menarget warga sipil.

Aleppo menjadi medan pertempuran paling sengit selama perang saudara terjadi antara loyalis Assad dan oposisi. Pejuang oposisi dengan cepat menguasai sejumlah wilayah dalam serangan masif ke kota terbesar Syria tersebut Juli tahun lalu. Namun, pemerintah tetap mengontrol beberapa distrik.

Seorang peneliti HRW, yang mengunjungi Aleppo untuk mengetahui kondisi terakhir, menyatakan bahwa lebih dari 20 bangunan hancur di setiap wilayah yang menjadi target rudal militer Assad. Padahal, tidak ada tanda-tanda target oposisi di distrik yang dihuni warga sipil tersebut.

DAMASKUS - Kekerasan politik dan perang saudara di Syria belum menunjukkan tanda mereda. Tetapi, oposisi terus meningkatkan tekanan atas pasukan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News