Perbanyak Atraksi Wisata di Desa Adat Danau Toba

Perbanyak Atraksi Wisata di Desa Adat Danau Toba
Ratusan penari membentangkan kain Ulos Sadum sepanjang 426 meter pada pembukaan Festival Danau Toba di Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, Rabu (17/9). Foto: Aminoer Rasyid/Sumut Pos/JPNN.com Ilustrasi by: Aminoer Rasyid/Sumut Pos

Atraksi di Danau Toba tidak berhenti di situ saja. Target Kementerian yang dipimpin Arief Yahya itu juga bersama dengan pemda setempat sudah meluncurkan Calendar of Event Horas Samosir Fiesta 2017.

Sedikitnya ada 10 kegiatan yang akan dilaksanakan. Yang paling dekat Festival Pasir Putih 23 Maret, Festival Gondang Naposo 29-30 April dan, Samosir Band Festival pada 12-13 Mei.

Tiga kegiatan itu dilaksanakan di Pasir Putih Parbaba.

Kemudian ada Batak Fiesta 27-29 Juni di Tuktuk Siadong, Horja Bius 7-8 Juli di Tomok, dan Samosir Music International 12 Agustus di Tuktuk Siadong.

Selanjutnya, Samosir Lake Toba Ultra 22-23 September di Pangururan-Sianjur-Harian, Samosir Jazz Seasons 28 Oktober di Samosir, Sigale Gale Carnival pada 25 Nopember di Tuktuk Siadong dan Festival Sipinggan 28 Desember di Sipinggan.

Hiramsyah menambahkan, berbagai kegiatan yang digelar di Samosir patut diapresiasi.

Sebab, akan berkontribusi pada target kunjungan wisman 2017 yang dipatok di angka 15 juta.

"Suasana industri pariwisata saat ini sedang bergairah. Semua lini bergerak. Berdasarkan target Kemenpar 2017, yakni sebesar 15 juta kunjungan wisatawan mancanegara, kita akan berjuang sekuat tenaga, walau pun semua orang tahu bahwa target ini tidak mudah,” katanya.

Desa Adat di Meat, Kabupaten Tobasa, Sumatera Utara sudah direvitalisasi sejak 11 Februari lalu.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News