Perempuan Penuh Tato Itu Ternyata Dagang Pil

Perempuan Penuh Tato Itu Ternyata Dagang Pil
Ilustrasi borgol. Foto: Pixabay

Perempuan asal Desa Canggu, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, ini mengaku dua kali mengedarkan pil terlarang.

Uang hasil penjualan pil koplo digunakan untuk menghidupi dirinya dan seorang anak. Terlebih, dia sudah bercerai dengan suaminya.

"Hasilnya ya untuk makan sehari-hari," ujar perempuan yang sehari-hari juga mengamen untuk memenuhi kebutuhan hidup. (c3/fud/c21/diq/jpnn)


Polisi menangkap dua wanita bernama Fany Priyanto, 20, dan Santa Kristiana, 22.


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News