PLN Targetkan Beli 4.990 Travo Baru

Untuk Perbaikan Sistem Jaringan Listrik Jawa-Bali

PLN Targetkan Beli 4.990 Travo Baru
PLN Targetkan Beli 4.990 Travo Baru
JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) optimis mampu melakukan penghematan, bila sistem jaringan distribusi listrik di Indonesia yang selama ini menyebabkan kerugian bisa teratasi. Hal ini dikatakan oleh Direktur Operasi Jawa-Bali PT PLN, Ngurah Adnyana, kepada wartawan, Kamis (3/6), di kantor Menko Ekonomi.

Dijelaskan Adnyana, dengan rata-rata tingkat penglistrikan yang hanya 64 persen, produksi sektor listrik berkembang dengan sangat cepat di Indonesia. Namun, disebabkan peningkatan permintaan domestik yang kira-kira 9 persen per tahun, serta karena kurangnya investasi akibat krisis di tahun 1997-1998, maka kualitas persediaan tenaga dapat dikatakan rendah, hingga pemadaman listrik masih saja terjadi pada beberapa daerah. Sementara kerugian teknis dari keseluruhan jaringan listrik di Indonesia pada tahun 2008 masih 10,5 persen, di mana 8,5 persen (di antaranya) hanya untuk distribusi.

"Saat ini kan, untuk seluruh Indonesia masih susut (lose) 9,96 persen. Kalau di Jawa-Bali, tahun lalu sudah di bawah 9 persen. Dengan tambahan travo, kita harapkan bisa turun sampai 7 persen. Kalau susut 2 persen, misalnya revenue PLN Rp 100 triliun, berarti kita bisa hemat Rp 2 triliun. Itu per tahun," jelas Adnyana.

Dikatakan Adnyana, dengan target PLN bisa mengurangi resiko lose, diharapkan mampu dilakukan efesiensi energi dan membuka kesempatan untuk penyambungan pelanggan baru PLN yang sekarang antriannya sudah sangat besar. Sementara dijelaskannya pula, untuk menghitung berapa pelanggan yang bisa dilayani dengan tambahan travo itu, maka harus dilakukan perhitungan berdasarkan daya pelanggan.

JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) optimis mampu melakukan penghematan, bila sistem jaringan distribusi listrik di Indonesia yang selama

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News