Putra Eks Pimpinan KKB Lulus Seleksi Prajurit TNI AD, Mayjen Hassanudin Bilang Begini

Putra Eks Pimpinan KKB Lulus Seleksi Prajurit TNI AD, Mayjen Hassanudin Bilang Begini
Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Hassanudin (kiri) saat memenuhi undangan Din Minimi (tengah) di kawasan Lamdom, Banda Aceh, Sabtu (26/9/2020). Foto: ANTARA/Khalis

Dia tercatat sebagai mantan pimpinan KKB di Aceh Timur, yang 28 Desember 2015 lalu menyerahkan diri setelah berdialog dengan Kepala Badan Intelijen Negara Letjen TNI (Purn) Sutiyoso, pada masa itu.

Din Mimimi menjelaskan, perjuangan putranya lulus seleksi TNI AD tidak lepas dari peran Sutiyoso dan Danrem 011/Lilawangsa masa itu Mayjen TNI A Daniel Chardin, yang membuka wawasannya tentang menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pada 2013, kata Din, dirinya masih bergeriliya di hutan Aceh Timur dan Aceh Utara.

Ia mendapat kesempatan berbicara melalui sambungan selular dengan Danrem 011 Lilawangsa Daniel Chardin, yang kini menjabat sebagai Wadanpussenif Kodiklatad.

Dalam pembicaraan itu, lanjut Din, Danrem 011 Lilawangsa tersebut meminta agar putra pertamanya tersebut menjadi abdi negara, baik sebagai personel Polri atau prajurit TNI.

"Itu disampaikan Pak Daniel saat saya masih di gunung melalui telefon. Bahkan sampai beliau (Daniel, red) juga datang ke rumah saya," kata Din.

Waktu itu, Rizki Maulana masih duduk di bangku kelas dua MTsN Julok Aceh Timur.

Kemudian, kata Din, setelah dia dan 120 anggota menyerah, dirinya langsung mempersiapkan putranya itu untuk menjadi seorang abdi negara.

Putra mantan pimpinan KKB dinyatakan lulus seleksi menjadi prajurit TNI AD, simak komentar Mayjen Hassanudin.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News