Reaksi Edy Rahmayadi Soal Nakes Diduga Suntikkan Vaksin Kosong ke Siswa

Reaksi Edy Rahmayadi Soal Nakes Diduga Suntikkan Vaksin Kosong ke Siswa
Gurbernur Sumut Edy Rahmayadi komentari soal video viral tenaga kesehatan yang menyuntikkan vaksin kosong ke siswa SD di Medan. Foto: Finta Rahyuni/JPNN.com

jpnn.com, MEDAN - Gurbernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi merespons video viral tenaga kesehatan (nakes) yang diduga menyuntikkan vaksin kosong ke siswa di SD Wahidin, Kecamatan Medan Labuhan, Medan.

Edy menyebut belum mengetahui pasti terkait kejadian tersebut.

Meski begitu, dia mengatakan bahwa penyuntikan vaksin kosong itu tidak dibenarkan.

"Nanti saya akan cek itu, tak boleh vaksinnya kosong," ujar Edy kepada wartawan di rumah dinasnya Jalan Jenderal Sudirman Medan, Jumat (21/1).

Jika terbukti bersalah, mantan Pangkostrad itu memastikan oknum yang terlibat dalam peristiwa itu dikenakan sanksi.

Pasalnya, menurut Edy hal itu bertolakbelakang dengan program pemerintah yang tengah gencar untuk melakukan vaksinasi.

"Hukum lah, tak boleh itu. Kalau sudah salah sudah pasti kami hukum, mencederai orang itu," ujar mantan Panglima Kodam I Bukit Barisan itu.

Sebelumnya, sebuah video yang menunjukan seorang tenaga kesehatan (nakes) yang menginjeksi suntikan tanpa cairan vaksin ke tubuh salah seorang siswa SD viral di media sosial.

Gurbernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi merespons terkait seorang tenaga kesehatan yang diduga menyuntikkan vaksin kosong ke siswa di SD Wahidin, Kecamatan Medan Labuhan, Medan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News