Rusuh Hari Buruh: 540 Orang Ditangkap, Ratusan Polisi Terluka

Rusuh Hari Buruh: 540 Orang Ditangkap, Ratusan Polisi Terluka
Arsip - Anggota serikat buruh Prancis mengikuti aksi demo menentang rencana reformasi pensiun pemerintah di Marseille sebagai bentuk partisipasi hari mogok dan protes nasional di Prancis, Kamis (5/12/2019). Foto: ANTARA FOTO/REUTERS/Jean-Paul Pelissier/wsj/djo

jpnn.com, PARIS - Polisi telah menangkap 540 orang selama protes Hari Buruh Internasional di Prancis, kata menteri dalam negeri, Selasa, menambahkan bahwa lebih dari 400 penegak hukum juga terluka dalam bentrok sporadis dengan pengunjuk rasa.

Para pekerja dan serikat buruh di Prancis turun ke jalan lagi pada Senin untuk memprotes reformasi pensiun pemerintah, yang membuat mereka marah sejak Januari.

Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanin mengatakan pada penyiar BFMTV bahwa 540 orang ditangkap saat protes di Paris, sementara 406 polisi juga terluka saat bentrok dengan pengunjuk rasa.

Unjuk rasa dimulai pada pagi hari di kota Nantes, Lyon, Marseille, dan Strasbourg, sementara unjuk rasa besar terjadi pada sore hari di Paris, menurut laporan kabar harian Prancis Le Figaro.

Ketegangan meningkat antara polisi dan pengunjuk rasa di Paris, dan polisi menggunakan gas air mata dan memukul pengunjuk rasa di ibukota dan kota lainnya, kata laporan media.

Saat bentrok, jendela beberapa toko dihancurkan, perabotan di jalan dirusak, dan tempat sampah dibakar, menurut laporan media.

Sementara itu, serikat buruh pada Selasa mengumumkan mobilisasi massa lainnya untuk tanggal 6 Juni, lapor BFMTV.

Presiden Emmanuel Macron menandatangani reformasi pensiun menjadi undang-undang pada 14 April setelah Dewan Konstitusional menyelesaikan peninjauannya, meski ada tuntutan dari serikat buruh untuk membatalkan langkah yang memicu protes selama berminggu-minggu.

Polisi telah menangkap 540 orang selama protes Hari Buruh Internasional di Prancis. Ratusan polisi juga luka-luka

Sumber Antara

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News