Rutan Siak: Kapasitas 128 Orang Isinya 648, Penjagaan 1 Banding 100

Rutan Siak: Kapasitas 128 Orang Isinya 648, Penjagaan 1 Banding 100
Proses pendataan narapidana di areal Rutan Siak yang tak terbakar. Foto: Yanti/MX

“Kami akan melakukan penyelidikan secara lebih dalam, apa sebenarnya yang menjadi pemicu utama, apakah ada provokator yang menunggangi,” imbuh dia.

Di Rutan Siak, mayoritas penghuninya adalah tahanan kasus narkoba. ”Ini adalah bagian dari tantangan kami untuk menghilangkan peredaran narkoba di lapas dan rutan,” imbuh LIlik.

Pengamat pemasyarakatan dan kriminolog Leopold Sudaryono menyebut berdasar sistem database pemasyarakatan (SDP), rutan tersebut mengalami penambahan jumlah penghuni menjelang pemilihan umum (pemilu) lalu. Yakni dari 554 menjadi 648. Jumlah itu 506 persen di atas kapasitas rutan yang sejatinya hanya menampung 128 orang tersebut.

Rutan itu dijaga 45 orang petugas pengamanan. Pada rutan kelas IIA, setiap shift hanya 5-7 orang yang berjaga. Artinya satu orang petugas menjaga hampir 100 orang tahanan. ”Ini menjadi salah satu penyebab utama mengapa penghuni bisa mengambil alih kontrol atas sebagian fasilitas rutan dalam waktu relatif singkat,” ujar Kandidat Doktor Kriminologi Australian National University itu.

Selain itu, Leo juga menyebut hampir setengah atau 295 penghuni ditahan karena kasus narkoba. Bahkan, 224 orang di antaranya adalah bandar. Para tahanan itu, kata Leo, patut diduga memiliki kebutuhan akan narkoba. ”Dan hanya dijaga dengan tenaga dan fasilitas pengamanan selemah ini (45 orang)? Tidak ada treatment rehabilitasi yang tersedia pada fasilitas ini,” kritiknya.

Menurut dia, pemeriksaan dan BAP yang menyeluruh tetap harus dilakukan untuk mencari penyebab mikro kerusuhan dan pembakaran. Namun, kata dia, over-crowding sebagai pemicu utama tak boleh diabaikan. Sebab, jika tidak diatasi dengan model pidana alternatif, kondisi itu hanya akan berujung pada terus berulangnya insiden kerusuhan. (tyo)


Kerusuhan di Rutan Siak kabarnya diduga dipicu penemuan narkoba. Setengah dari penghuni ditahan karena kasus narkoba, dan 224 di antaranya bandar.


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News