Sadis, Dedi Haryadi Hujani Paman dengan Tusukan, Berhenti Setelah Ibunya Teriak Allahu Akbar

Sadis, Dedi Haryadi Hujani Paman dengan Tusukan, Berhenti Setelah Ibunya Teriak Allahu Akbar
Keluarga korban menunjukkan foto korban lewat ponsel. Foto: sumeks.co

“Almarhum luka tusuk di dada sampai tembus ke punggung. Ditusuk juga beberapa kali sampai banyak keluar darah,” ungkap Hartati.

Melihat kakak iparnya bersimbah darah, Hartati lalu berteriak agar pelaku menghentikan perbuatannya.

Mendengar ibunya berteriak histeris, pelaku tak berhenti. Malah sempat akan menusuk ibunya.

“Dia (pelaku) itu seperti mau menusuk saya. Saya teriak Allahu akbar, Allahu akbar, baru dia berhenti mau ngejar saya,” ujar Hartati.

Pelaku lalu melarikan diri. Sementara warga sekitar TKP membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bari. Korban pun mengembuskan napas terakhir. Dan kemudian dibawa ke RS Bhayangkara untuk kepentingan visum.

Menurut Hartati, putranya itu nekat membunuh pamannya sendiri karena tak terima ditegur agar tidak meminta uang ke sopir truk di wilayah Kemas Rindo.

“Almarhum dipercaya salah satu perusahaan agar mengamankan truk-truk muatan yang keluar-masuk Jalan Kemas Rindo. Tetapi pelaku ini malah minta uang ke sopir truk,” ungkap Hartati.

Suatu hari, kata Hartati, ada sopir truk mengeluh karena diminta uang oleh pelaku hingga sampai ke telinga korban.

Seorang pria bernama Junaidi, 66, tewas di tangan keponakannya sendiri, Dedi Haryadi, 36, dengan cara mengenaskan pada Selasa (7/7/2020) pukul 18.30 WIB.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News