JPNN.com

Satriandi, Sang Bandar Narkoba Tewas Diterjang Empat Peluru

Kamis, 25 Juli 2019 – 03:42 WIB Satriandi, Sang Bandar Narkoba Tewas Diterjang Empat Peluru - JPNN.com

jpnn.com, PEKANBARU - Penangkapan seorang gembong narkoba bernama Satriandi di Riau beberapa waktu lalu ternyata menyisakan cerita.

Seorang polisi ternyata mengalami kritis akibat luka tembak di paha setelah baku tembak dengan Satriandi bersama pengawalnya.

Untuk saat ini, polisi tersebut dibawa ke RS Awal Bros Panam untuk penanganan lebih lanjut, Selasa (23/7).

BACA JUGA: Gowes Nusantara 2019 Merauke Diramaikan 10.000 Pegowes Jadi Trending Topic

Tidak hanya itu, tiga orang yang diduga merupakan gembong narkoba berhasil dibekuk pihak kepolisian. Dua di antaranya dikabarkan tewas diterjang peluru. Salah satu pelaku tewas bernama Satriandi.

"Satu anggota mengalami kritis terkena peluru dan sudah di RS Bhayangkara Polda Riau," kata Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto.

Tim gabungan dari Polda Riau, Gegana, Polresta Pekanbaru dan Polsek Tampan menggerebek satu rumah di Perumahan Palma Residence nomor A6, Gang Sepakat RT/RW : 3/3 Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tampan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, pelaku merupakan narapidana kabur dari Lapas Kelas IIA dengan banyak kasus, seperti pembunuhan, narkoba dan sebagainya.

Dalam penggrebekan itu, sempat terjadi aksi kejar-kejaran antara pelaku dan polisi hingga memasuki kawasan sekolah swasta yang tepat berada disamping TKP.

Salah satu pengurus sekolah swasta, Ustad Yunan yang mengetahui pelaku pengejaran polisi memasuki kawasan sekolahnya mengatakan kondisi sekolah pasca kejadian telah kembali normal.

"Dia kabur ke sekolah, saat itu kami sudah evakuasi guru dan anak-anak duluan. Jadi, tidak ada masalah, semua berjalan seperti biasa, anak-anak belajar. Ini lagi istirahat makanya keluar," ucapnya.

Kemudian dari keterangan Lukman, 40, salah satu pekerja di Cahaya Firdaus yang lokasi rukonya berjarak sekitar 50 meter dari TKP di Perumahan Palma Residence nomor A6 itu mengatakan pengintaian oleh polisi telah dilakukan sejak beberapa hari yang lalu.

"Sejak subuh sudah kemari polisi, intel. Dua hari sebelumnya sudah diintai, banyak salat dekat sini (anggota polisi,red)," ungkap Lukman.

Selain itu, lanjut Lukman, warga pun sudah diberitahui untuk tidak keluar rumah sekitar pukul 07.00 WIB pagi. Baru setengah jam kemudian terjadi suara letusan senjata api.

BACA JUGA: Permohonan Jadi WNI Disetujui DPR, Pemain Brasil Ini Tak Kuasa Membendung Air Mata

"Ada tembakan tiga kali, yang ada di rumah itu kabur ke sekolah dekat sini. Kalau warga mau antar anak masih diperbolehkan lewat," sambungnya.

Berdasarkan keterangan Lukman, rumah yang digunakan pelaku merupakan rumah kosong dan lama tidak digunakan. Barulah akhirnya dikontrak para pelaku tersebut.

"Lama kosong, saat baku tembak itu mereka lari ke sekolah sebelah, anak TK masih di ruangan saat itu," sambungnya.(*1)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...