Serikat Pekerja Bank dan Fintech Siapkan Gugatan untuk UU Cipta Kerja ke MK

Serikat Pekerja Bank dan Fintech Siapkan Gugatan untuk UU Cipta Kerja ke MK
Aksi demo di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Jumat (16/10), menolak UU Cipta Kerja. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Federasi Serikat Pekerja Bank dan Fintech Indonesia (IBUF) menyiapkan sejumlah langkah yang akan diambil, setelah nantinya pemerintah mengesahkan Undang-Undang Cipta Kerja.

Menurut Ketua Umum IBUF Frans Gultom, sebagai langkah pertama, pihaknya akan mendapatkan draft Omnibus Law Ciptaker terlebih dahulu.

"Kemudian kalau sudah disahkan, segera membentuk tim untuk menganalisisnya serta menyiapkan draft untuk melakukan Judicial review di MK serta menyiapkan usulan-usulan untuk dimasukkan dalam PP (peraturan pemerintah)," ujar Frans di Jakarta, Rabu (21/10).

Menurutnya analisis sangat penting, khususnya pada klaster ketenagkerjaan serta implikasinya bagi pekerja di sektor perbankan.

"Kami juga akan melakukan komunikasi dengan kementerian Ketenagakerjaan dan DPR untuk mendiskusikan isi Cipta Kerja," katanya.

Langkah lain, IBUF juga akan melakukan komunikasi dengan regulator, khususnya di sektor perbankan.

Melakukan komunikasi dengan serikat pekerja, federasi dan konfederasi, baik di sektor perbankan maupun sektor lainnya.

Sementara itu secara internal di lingkungan IBUF dan perbankan, Frans menyatakan pihaknya akan melakukan sosialisasi dan konsolidasi.

Serikat pekerja bank dan fintech menyiapkan sejumlah langkah menyikapi keberadaan RUU Cipta Kerja, salah satunya menyiapkan draft gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News