Shinta Pulang

Oleh: Dahlan Iskan

Shinta Pulang
Dahlan Iskan (Disway). Foto: Ricardo/JPNN.com

Jalan Blora sudah berubah. Tidak selamanya Apeng di dunia hiburan malam.

Ia akhirnya mengikuti jejak sang Ayah: masuk dunia industri. Di Jakarta.

Ia bangun pabrik bijih plastik. Mungkin nama Shinta menjadi keberuntungannya: pabrik plastik itu pun diberi nama Shinta. Lengkapnya: Shinta Modern Plastic. Di jalan menuju Cengkareng.

Rasanya, kalau tidak salah, partnernya di pabrik ini juga orang Thailand.

Dari plastik, Apeng berkembang ke pipa. Ia mendirikan pabrik pipa. Pipa baja.

Lalu berkembang lagi ke pabrik pipa PVC. Pabrik ini juga diberi nama depan Shinta.

Dari sinilah Apeng –nama KTP dan paspornya adalah Surya Darmadi– ikut masuk ke bisnis sawit. Juga membuka bank di kampung halamannya: Medan. Nama banknya: Bank Kesawan, di Jalan Kesawan.

Belakangan bank ini dijual, tetapi bisnis sawitnya berkembang sangat pesat. Di Riau. Di Jambi. Di Kalimantan.

Belakangan, prestasi penegakan hukum terjadi beruntun. Peristiwa Duren Tiga terungkap. Buron Surya Darmadi alias Apeng pulang. Merdeka!

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News