Sobekan Lead

Oleh: Dahlan Iskan

Sobekan Lead
Dahlan Iskan (Disway). Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - "Jangan besar karena jabatan. Besarkanlah jabatan".

Ketika kalimat itu diucapkan Pangdam V/Brawijaya yang baru, Mayjen TNI Farid Makruf MA, saya langsung membuka kotak kue di depan saya.

Saya robek karton bagian sampingnya. Saya pinjam pulpen Johannes Dipa SH. Saya tulis kalimat itu di karton sobekan.

Saya pun berkata dalam hati: "Kalimat ini akan saya jadikan lead di tulisan saya".

Lead adalah kalimat pembuka dalam sebuah tulisan. Mencari kalimat pembuka, adalah salah satu bagian yang tersulit dalam menulis.

Banyak orang memulai tulisan dengan kalimat asal-asalan. Padahal kalimat pembuka itu harus istimewa.

Baca Juga:

Dulu ada doktrin jurnalistik dalam menulis: lead harus diambil dari bagian yang terpenting dalam seluruh tulisan.

Doktrin itu terkait dengan teknologi lama: di percetakan model lama kalimat disusun dengan huruf-huruf terbuat dari timah. Tidak bisa dipotong di tengah.

Ketika kalimat itu diucapkan Pangdam V/Brawijaya yang baru, Mayjen TNI Farid Makruf MA, saya langsung membuka kotak kue di depan saya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News