Suluk Pencuci Hati

Suluk Pencuci Hati
Dahlan Iskan.

Akibat rasa kemrungsung yang tak terkendali. Semua ingin cari uang. Untuk membayar cicilan.

Tekanan pekerjaan luar biasa. Untuk dapat uang bayar cicilan itu. Lalu berkembang ke rasa takut. Siang malam dirundung rasa takut. Cemas.

Takut tidak bisa bayar cicilan. Takut barangnya disita. Malu dengan tetangga. Dan kerabat.

Rasa takut dan cemas itu kadang ditutupi dengan ini: pergi ke karaoke. Teks lagu yang keluar di layar karaoke bisa terbaca lain: akeh utange…. angel bayare….

Dengan suluk setidaknya ada jeda. Ternyata tetap hidup. Baik-baik saja.

Pulang ke rumah, rumahnya masih ada. Semuanya masih ada. Hidup it

u ternyata sederhana. Simple.Tapi hutang juga tetap tidak hilang. Cicilan tetap harus dibayar…

Saat saya diminta mengisi salah satu acara di suluk itu saya ingat saat suluk dulu. Itulah cara untuk mencuci hati.

Tarekat artinya jalan. Jalan menuju Tuhan. Bukan jalan yang kelihatannya lurus dan lapang, tapi jalan itu ternyata menuju pabrik kondom.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News