Teroris Incar Warga Berpaspor Amerika dan Inggris

Teroris Incar Warga Berpaspor Amerika dan Inggris
Foto : REUTERS
LONDON - Serangkaian ledakan hebat yang mengguncang Mumbai Rabu (26/11), pukul 23.00 waktu setempat (kemarin dini hari WIB), direaksi keras oleh para pemimpin dunia. Terutama, negara-negara Barat yang konon memang menjadi sasaran serangan tersebut. Di antara sedikitnya 101 korban tewas dalam insiden itu memang terdapat sejumlah warga asing.

Sekjen PBB Ban Ki-moon menyatakan geram dengan para pelaku ledakan maut yang mengakibatkan sekitar 287 orang terluka tersebut. "Insiden yang benar-benar tidak termaafkan," serunya seperti dilansir Agence-France Presse kemarin (27/11). Uni Eropa (UE) menyebutnya sebagai tragedi yang menyeramkan dan menegangkan. Sebab, sejumlah anggota parlemen Eropa yang kebetulan berada di sana menjadi korban.

BBC dan Reuters melaporkan, Perdana Menteri (PM) Inggris Gordon Brown langsung mengontak PM Manmohan Singh untuk menyatakan dukungannya. "Pemerintah Inggris tetap berada di pihak Anda dan siap memberikan bantuan setiap saat," ujarnya.

"Serangan tersebut kembali menggugah Washington untuk bekerja sama dengan negara-negara lain dan mencabut serta menghancurkan jaringan teroris sampai ke akar-akarnya," papar Jubir Brooke Anderson yang mewakili presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Barack Obama. Serangan yang terkoordinasi dengan baik itu, tambah dia, membuktikan bahwa ancaman terorisme masih sangat nyata di dalam masyarakat.

LONDON - Serangkaian ledakan hebat yang mengguncang Mumbai Rabu (26/11), pukul 23.00 waktu setempat (kemarin dini hari WIB), direaksi keras oleh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News