Senin, 19 Agustus 2019 – 02:49 WIB

Tiga Trafo PLN Terbakar Sekaligus

Sabtu, 28 Agustus 2010 – 00:40 WIB
Tiga Trafo PLN Terbakar Sekaligus - JPNN.COM

Asap membumbung tinggi saat tiga Inter Bass Travo di Gardu Induk Pancalang di Kuningan, Jawa Barat, terbakar bersamaan. Foto : Radar Cirebon/JPNN

KUNINGAN - Ledakan keras terjadi pada Gardu Induk (GI) utama Listrik Inter Koneksi Jawa-Bali, di Desa/Kecamatan Pancalang, Kabupaten Kuningan, Jumat (27/8), pukul 11.00 WIB. Bersamaan dengan itu, api membakar tiga buah Inter Bass Travo (IBT) dalam komplek gardu listrik tersebut.

Akibat kebakaran itu seluruh aliran listrik di Kabupaten Kuningan dimatikan total. Tapi satu jam kemudian, di beberapa wilayah kembali hidup. Kecuali di wilayah Kecamatan Pancalang dan sekitarnya tetap masih dalam kondisi mati.

Terbakarnya tiga trafo besar dalam posisi berdampingan tersebut terbilang hebat. Kobaran api semakin membesar dan asap tebal membumbung tinggi ke angkasa. Beruntung, angin bertiup ke arah barat sehingga api tidak menjilat ke perangkat listrik lainnya.

Saking hebatnya, beberapa mobil pemadam kebakaran yang datang secara bergantian untuk pemadaman terlihat kesulitan. Semprotan air bukan malah membuat si jago merah menjinak, melainkan sebaliknya. Api semakin membesar, apalagi ketika minyak trafo juga ikut terbakar.

Beruntung juga, pada gardu utama tersebut terdapat sistem double sirkuit. Di mana ketika terjadi kebakaran, tegangan listrik bisa dengan mudah dialihkan pada gardu lain. Dengan demikian, aliran listrik untuk masyarakat tetap tidak terganggu dan aman. Hanya saat terjadi kebakaran saja aliran listrik untuk sementara dimatikan guna menjaga munculnya hal buruk yang membahayakan.

Kebakaran tiga trafo membuat seluruh petugas PLN di GI Pancalang panik. Satpam GI Pancalang bahkan mempersulit para pekerja pers untuk masuk ke dalam komplek gardu. Tapi dengan siasat tertentu, mereka mampu lolos masuk lewat jalan tikus. Di dalam komplek, tidak satu pun petugas GI Pancalang bisa diajak bicara. Hampir semua membisu. Beberapa anggota polisi juga tampak emosi karena tidak seorang pun petugas di gardu itu bisa dimintai keterangan mengenai insiden tersebut.

Di luar komplek, insiden kebakaran hebat itu menjadi tontonan masyarakat. Karena tidak seorang pun warga, selain petugas pemadam kebakaran memasuki komplek tersebut. Di depan komplek gardu, polisi sibuk melakukan pengamanan jalan raya. Bahkan, jalan menuju komplek GI Pancalang terpaksa diblokir.

Petugas pengawas saluran udara tegangan ekstra tinggi GI Pancalang, Nana Supriatna, kepada Radar Cirebon (grup JPNN) di lokasi kebakaran, menyatakan, kebakaran itu tidak berdampak pada pemadaman listrik. Sebab, GI Pancalang menggunakan double sirkuit sehingga ketika ada kebakaran bisa dengan mudah tegangan dialihkan. ”Dampaknya paling harus ada perbaikan tiga trafo itu,” jelasnya.

Ditanya angka kerugian, Nana juga belum bisa memastikan. Ia hanya menyebut harga setiap trafo berkisar Rp3 miliar sampai Rp4 miliar. Jadi jika ada tiga trafo kerugian secara aktiva bisa mencapai Rp11 miliaran.

Diungkapkan Nana, kebakaran trafo ini untuk yang kedua kali setelah pertama terjadi tahun 2006. Anehnya pada saat itu, tanggal kejadiannya sama dengan kebakaran GI Tasikmalaya. Di GI Pancalang terjadi tanggal 28 Desember 2006. Selang setahun kembali terjadi kebakaran di GI Tasikmalaya tepat tanggal 28 Desember 2007. “Tapi untuk tahun 2006 saja secara teknis tidak bisa diketahui penyebabnya, meskipun waktu itu ada penelitian dari Polri,” pungkas dia. (tat/jpnn)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar