Varian Baru COVID-19 Mengancam, Guru Besar UI Beri Pernyataan Melegakan

Varian Baru COVID-19 Mengancam, Guru Besar UI Beri Pernyataan Melegakan
Tangkapan Layar Guru Besar Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran UI Prof. Tjandra Yoga Aditama memberi paparan pada sesi seminar bertajuk 'Penanganan COVID-19 di Indonesia' yang diikuti dari kanal YouTube ANTARA TV Indonesia di Jakarta, Kamis (8/7/2021). (ANTARA/Genta Tenri Mawangi)

jpnn.com, JAKARTA - Pernyataan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Tjandra Yoga Aditama cukup melegakan menyikapi maraknya muncul varian-varian baru COVID-19.

Prof Tjandra mengatakan vaksin COVID-19 yang tersedia masih bisa digunakan untuk menangani varian-varian baru virus corona, termasuk Delta, kendati efikasinya turun.

"Efikasi vaksin sekarang memang turun karena ada mutasi atau varian baru."

"Namun, sejauh ini walaupun turun masih bisa dipakai untuk menangani varian-varian yang ada sampai saat ini terutama mencegah penyakit berat dan kematian," ujar Prof Tjandra.

Dia menyatakan hal tersebut di sela kuliah pakar bertajuk 'Peran Biomedis di Era dan Pasca Pandemi' yang digelar Universitas YARSI, Rabu (15/9).

Vaksin Pfizer-BioNTech misalnya, analisis yang dilakukan Public Health England seperti dikutip Healthline menunjukkan vaksin ini kira-kira 80 persen efektif mencegah infeksi dari varian Delta.

Hasil ini didapat setelah para peneliti menganalisis 14.019 orang pasien dan 166 di antaranya menjalani perawatan di rumah sakit wilayah Inggris.

Dua dosis vaksin Pfizer-BioNTech sekitar 88 persen efektif melawan penyakit simtomatik dan 96 persen efektif mencegah pasien dengan varian Delta menjalani rawat inap.

Varian baru virus Corona (COVID-19) mengancam, pernyataan Guru Besar Universitas Indonesia ini melegakan.

Sumber ANTARA