Sabtu, 25 Oktober 2014 | 10:30:22
Home / Berita Daerah / Kalsel / Warga Kalsel Hadang Tongkang Batubara

Sabtu, 26 Mei 2012 , 13:06:00

Warga Kalimantan Selatan melakukan blokade sungai Barito untuk menutup lalu lintas Tongkang Batubara. Foto:FPB/Istimewa
Warga Kalimantan Selatan melakukan blokade sungai Barito untuk menutup lalu lintas Tongkang Batubara. Foto:FPB/Istimewa
BERITA TERKAIT

BANJARMASIN - Ancaman masyarakat Kalimantan untuk melarang keluarnya tongkang batubara dari pulau itu, benar-benar dibuktikan. Sekitar 2.000 massa dari berbagai elemen melakukan penghadangan kepada tongkang angkutan batubara di bawah Jembatan Barito, Kabupaten barito Kuala.

Tampak ratusan perahu yang dipadati warga berjejer di bawah jembatan terpanjang di Kalimantan itu, Sabtu (26/5). Berbagai spanduk berisi tuntutan dan kecaman kepada pemerintah pusat terbentang di badan perahu atau bagian bawah jembatan.

Deklarator Forum Peduli Banua (FPB) Kalsel, Berry Nahdian Furqon menyabutkan bahwa aksi blokade ini akan berlangsung sehari penuh. Warga sudah menyiapkan berbagai strategi agar tongkang pengangkut batubara tidak bisa keluar Kalimantan Selatan.

"Sungai sudah ditutup oleh warga dari berbagai elemen masyarakat, aktivis LSM, mahasiswa hingga politisi ikut dalam aksi ini. Ini bentuk pembangkangan karena kami menuntut keadilan," kata Berry.

Ratusan aparat juga disiagakan untuk menjaga keamanan agar tetap kondusif. FPB yang menggelar aksi ini sebelumnya memang memberitahukan secara resmi kepada Polda Kalsel tentang rencana mereka.

Sementara itu, Ketua Forum Peduli Banua, Gusti Nurpansyah mengatakan bahwa aksi satu hari ini hanya peringatan bahwa masyarakat Kalsel sangat serius menuntut keadilan.

"Ini aksi serius, warga Kalimantan sudah sangat lelah bersuara menuntut keadilan ekonomi," kata Nurpansyah.

Disebutkan juga, kuota tambahan 5 persen BBM yang disiapkan BPHMigas saat pertemuan dengan DPR lalu hanya akal-akalan pemerintah untuk meredam aksi massa.

"Dengan tambahan 5 persen itu, Kalimantan akan mendapatkan tambahan 30 ribu kiloliter. Dibagi untuk empat provinsi, cukup apa. Jika dibandingkan dengan konsumsi warga Jakarta, itu tak lebih 5 sampai 10 SPBU saja," kata Nurpansyah.

Selain aksi blokade, para aktivis juga membagi-bagikan selebaran kepada warga yang melintasi Jembatan Barito. (fuz/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 06.04.2014,
        23:41
        best money here
        3l3qAg Awesome blog.Thanks Again. Great. From mobile
      2. 20.07.2012,
        00:53
        putar borneo
        rasakan ,,,,kalau tuntutan rakyat borneo tidak di penuhi ,,,,maka dari itu saya nyatakan BORNEO SIAP MERDEKA.....
      3. 27.05.2012,
        00:50
        Tono;Satriamandau
        Kemana lagi rakyat kalimantan,Memitak dan mengaduh Hak merekah,Sbagai Rayat indonesia???,,nampaknya pemeritah ud nutup mata dan telinganya,,dan kerahkan tentara untu membentengi Pemerintah,,makah dari itu rakyat kalimantan jangan takut,,di samping masih ada Malaisia dan Brunuai From mobile
      4. 26.05.2012,
        20:11
        Guru Umar Bakri
        Bumi, air dan kekayaan alam untuk kemakmuran rakyat, begitu bunyi UUD 1945, tapi praktiknya banyak ketidak adilan.
      5. 26.05.2012,
        15:06
        ilyas
        Wooii apa apaan sih? Kok pemerintah ndak memenuhi permintaan rakyat? Pemerataan ekonomi itu hak rakyat. SBY jangan budeg lu! From mobile