Ada Indikasi Kelompok Kriminal Bersenjata terkait Pilkada

Ada Indikasi Kelompok Kriminal Bersenjata terkait Pilkada
Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar ketika menyalami anggota Brimob asal NTT dan Maluku Utara yang diturunkan ke Tolikara, Senin (23/10) kemarin. Foto: Denny/Cendrawasih Pos/JPNN.com

”Istilah kami masih OPM. Tapi, sejak diambil alih oleh kepolisian istilah itu (berubah jadi) KKB,” kata dia.

Apapun sebutan kelompok tersebut, Polda Papua maupun Kodam XVII/Cendrawasih tidak pandang bulu.

”Kami bekerja sama dengan polisi untuk menindaklanjuti kira-kira apa sih maunya KKB itu,” ucap George.

Meski aparat kepolisan sudah mengantongi beberapa motif dibalik pergerakan KKB, pendalam terus dilakukan.

Langkah yang diambil menindaklanjuti kondisi dan situasi saat ini pun beragam. Tidak hanya satu jenis. ”Pola operasi yang sudah ada dilanjutkan,” imbuhnya.

Selain tindakan tegas melalui penegakan hukum juga meningkatkan kesiapsiagaan dengan menambah pasukan, upaya persuasif pun digalakan oleh aparat keamanan setempat. Misalnya berkoordinasi dengan tokoh agama dan tokoh adat di sana.

Tujuannya tidak lain untuk berkomunikasi dengan KKB. Sehingga mereka tidak lagi mengganggu. Apalagi sampai meresahkan masyarakat.

Tentu saja, mengajak mereka untuk tidak lagi melakukan tindak kekerasan juga masuk agenda tersebut. (syn/)


Dia membenarkan keterangan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo bahwa dalang di balik penembakan di Papua beberapa hari lalu adalah OPM.


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News