Aliansi PRT dan Buruh Perempuan Gelar Aksi Mayday dari Bundaran HI ke Patung Kuda, Nih Tuntutannya

Perjuangkan RUU PRT
Koordinator JALA PRT Lita Aggraini mengatakan para PRT hingga hari ini masih menunggu pembahasan RUU PRT pada Rapat Paripurna DPR RI.
Lita mendorong pemerintah dan DPR tetap konsisten untuk membahas RUU PRT setelah lebaran meskipun saat ini tengah hiruk-pikuk dengan urusan Pemilu dan pencalonan Presiden.
Menurut Lita, Hari Buruh merupakan momentum untuk mendorong, mengingatkan bahwa masih banyak isu marginal seperti PRT dan buruh yang harus diperjuangkan di tengah gegap gempita isu Pemilu dan Pilpres khusus pencapresan.
“Aksi hari ini sebagai pengingat bahwa perjuangan RUU PRT harus dituntaskan pasca Maydy hari ini,” tegas Lita Anggraini.
Lebih lanjut, Lita mengatakan kondisi lain yang dialami para buruh saat ini adalah berjuang menolak sistem No Work No Pay yang dinyatakan oleh Menaker Ida Fauziyah.
Menurut Lita, Menaker menyatakan bahwa untuk meminimalisasi PHK, maka perusahaan boleh menerapkan no work no pay bagi para buruh.
“Kebijakan ini sangat merugikan para buruh, terlebih buruh perempuan karena pengusaha bisa dengan sewenang-wenang menyatakan tidak akan mengganji buruh dengan kondisi tertentu seperti ketika buruh perempuan sedang cuti melahirkan, cuti haid, sakid dan lain-lain,” kata Lita.
Para Pekerja Rumah Tangga (PRT) dan buruh perempuan melakukan aksi Maydya pada 1 Mei 2023 dari Bundaran Hotel Indonesia (HI) dan long march menuju Patung Kuda.
- Mahasiswa Merusuh saat May Day, Buruh Demak Dukung Polisi Bertindak
- Momentum Hari Buruh, MS Glow Beri Program Khusus untuk Pekerja
- Kelompok Anarko Dalang Kerusuhan Hari Buruh di Semarang, 6 Mahasiswa Jadi Tersangka
- Polisi Ungkap 6 Tersangka di Balik Kerusuhan May Day Semarang
- Kecam Aksi Pedemo Sandera Polisi Saat May Day, IPW: Seharusnya Diusir bukan Disandera
- MBG Rizhao