AS Tangkal Panglima, PKS: Minta Maaf Saja Tidak Cukup

AS Tangkal Panglima, PKS: Minta Maaf Saja Tidak Cukup
Gatot Nurmantyo semasa masih menjadi Panglima TNI saat menghadiri seminar yang digelar Fraksi PKS DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada 27 September 2017. Foto: dokumen JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR yang juga Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini mengatakan, semua pihak di dalam negeri tentu menyesalkan pelarangan Panglima TNI Gatot Nurmantyo untuk masuk Amerika Serikat (AS).

Gatot mengantongi visa dan berangkat juga atas undangan Panglima Angkatan Bersenjata AS Joseph Francis Dunford Jr. Apalagi pemberitahuan Gatot tidak diizinkan masuk hanya disampaikan melalui pihak maskapai penerbangan.

“Jelas ini tidak profesional dan tidak proporsional dalam kerangka diplomasi dua negara," kata Jazuli di gedung DPR, Jakarta, Senin (23/10).

Jazuli menilai hal ini bisa menjadi insiden diplomatik yang serius, apalagi jika AS tidak bisa menjelaskan secara clear mengapa insiden ini bisa terjadi.

"Masalah jelas ada di pihak AS. Meski Duta Besar AS sudah minta maaf, pemerintah AS secara resmi harus menjelaskan seterang-terangnya apa masalahnya," ungkap Jazuli.

Karena itu, Jazuli mendukung penuh sikap Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang tidak menganggap masalah ini selesai dengan permintaan maaf dan meminta penjelasan resmi pemerintah AS.

"Sikap Menlu Retno sudah tepat,” tegasnya.

Jazuli menegaskan bahwa Panglima TNI adalah pejabat penting negara. Gatot juga diundang resmi oleh Panglima Jospeh sebagai pejabat negara untuk acara kenegaraan.

“Ada etika dan kepatutan diplomatik yang dilanggar dalam hal ini karena menyangkut wibawa dan muruah negara,” ujar Jazuli.

Dia berharap agar pemerintah AS memberi penjelasan resmi agar insiden itu tidak mengganggu hubungan diplomatik dua negara yang terjalin baik selama ini. (boy/jpnn)


Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini tidak terima Amerika Serikat hanya meminta maaf terkait insiden pelarangan panglima TNI


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News