Begini Peran 7 Tersangka Kasus Jual Beli Jabatan di Pemkab Nganjuk

Selain itu ada tersangka MIM yang merupakan ajudan dari Bupati Nganjuk. Dia bertugas sebagai penyalur dana sebelum diberikan kepada Bupati Nganjuk.
"Ajudan Bupati Nganjuk ini dia menerima dari para camat ini kemudian dia yang mengumpulkan dan baru dia berikan kepada Bupati Nganjuk," beber Argo.
Atas perbuatannya, Camat dan mantan Camat dijerat Pasal 5 ayat 1 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Nomor 20 Tahun 2001 dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara dan denda Rp 250 juta.
Sementara untuk Bupati Nganjuk dan ajudannya disangkakan Pasal 5 ayat 2 dan atau Pasal 11 dan atau Pasal 12b UU Tipikor.
Lalu untuk semua tersangka dikenakan Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP. (cuy/jpnn)
Yuk, Simak Juga Video ini!
Polri mengungkapkan peran-peran dari tujuh tersangka kasus dugaan jual beli jabatan di Pemkab Nganjuk. Ketujuh tersangka memiliki peran yang berbeda-beda.
Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan
- KPK Tunjuk Pejabat Plt Baru untuk Isi Kekosongan Jabatan, Tessa Mahardhika Ikut Promosi
- KSST Klaim KPK Naikkan Status Hukum Dugaan Korupsi Lelang Saham PT GBU
- KPK Periksa WN Korsel di Seoul Terkait Kasus Suap PLTU Cirebon
- KPK Periksa Direktur PT Visiland Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan di PT INTI
- Wasekjen Hanura Kritik Pertemuan Erick Thohir dengan KPK dan Kejagung Soal UU BUMN
- KPK Sita 14 Bidang Tanah Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan Jalan Tol Trans-Sumatera