Deltacron

Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Deltacron
Warga medan positif omicron. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - Dunia lelah mengejar atau dikejar virus Covid-19 dengan berbagai variannya.

Masyarakat seluruh dunia sudah dibuat kelelahan dan bosan terkurung terus-menerus selama dua tahun terakhir. Survei terbaru di Indonesia juga menunjukkan bahwa masyarakat sudah jenuh dikejar-kejar pandemi.

Survei yang dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia menunjukkan indikasi kelelahan dan kejenuhan itu. Ada empat indikator yang menunjukkan kejenuhan itu. Masyarakat yang tidak setuju pembatasan liburan natal dan tahun baru lebih besar ketimbang yang setuju pembatasan.

Ketika ditanya mengenai keharusan tes PCR sebagai syarat perjalanan, 60 persen responden menyatakan tidak setuju. Angka yang kurang lebih sama juga didapat ketika responden ditanya mengenai rencana penerapan booster vaksinasi ketiga.

Hal yang paling mencolok adalah penolakan responden terhadap vaksinasi anak-anak usia 3 sampai 12 tahun. Hampir 70 persen reponden menolak rencana itu.

Masyarakat sudah lelah dan jenuh, tetapi varian baru terus bermunculan. Menjelang akhir tahun keadaan terlihat mulai terkendali. Namun, tiba-tiba muncul varian baru Omicron.

Wilayah Afrika yang selama ini dianggap aman ternyata menjadi sarang kemunculan varian baru yang menular dengan jauh lebih cepat dibanding varian-varian sebelumnya.

Dunia pun dibuat tunggang-langgang. Amerika dan Eropa kalang kabut karena serangan Omicron yang menulari jutaan orang dalam waktu singkat.

Nama varian ini adalah Deltacron, karena varian ini merupakan paduan varian Delta dengan Omicron.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News