Sepak Bola Gembira Berujung Duka

Detik-detik Benturan Choirul Huda Hingga Meninggal Dunia

Detik-detik Benturan Choirul Huda Hingga Meninggal Dunia
Penjaga gawang Persela Lamongan Choirul Huda semasa hidup. FOTO: DOK DIPTA WAHYU /JAWA POS

Sambil berlari cepat mengejar bola, Marcel yang dipepet Ramon di belakangnya berusaha menendang bola ke arah gawang.

Huda menyongsong bola untuk mematahkan serangan itu. Dengan kecepatan lari yang sangat cepat, Marcel berhasil menghindari Huda. Nahas, Ramon yang berada di belakang Marcel menabrak Huda.

Lutut kanan Ramon mengenai rahang sebelah kiri sang kiper. Ramon terpelanting ke arah gawang, sedangkan Huda jatuh dengan posisi bahu kanan lebih dahulu membentur tanah dengan keras.

Huda sempat memegangi rahangnya dan langsung pingsan. Lidahnya menjulur ke luar. Sontak, beberapa pemain, termasuk Marcel, langsung berteriak ke arah tim medis agar memberikan pertolongan.

Huda pun harus ditandu ke luar lapangan dan lantas dilarikan ke RSUD dr Soegiri dengan ambulans.

Pertandingan memang dilanjutkan. Huda digantikan kiper cadangan Ferdiansyah. Persela akhirnya juga menambah gol dari kaki Jose Manuel Barbossa pada menit ke-50.

Namun, nyawa Huda yang sudah mendapat perawatan di rumah sakit tidak tertolong.

Dokter Yudhistiro Andri Nugroho, kepala Unit Instalasi Gawat Darurat RSUD dr Soegiri, menjelaskan cedera yang dialami Huda.

Saat itu, Marcel Sacramento yang berhasil lolos dari jebakan offside berhadapan dengan kiper Persela Lamongan Choirul Huda.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News