Senin, 25 Maret 2019 – 00:18 WIB

Gerindra Tolak Kotak Suara Kardus, Maunya Mirip Akuarium

Rabu, 19 Desember 2018 – 05:46 WIB
Gerindra Tolak Kotak Suara Kardus, Maunya Mirip Akuarium - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi II DPR Ahmad Riza Patria angkat bicara ihwal persoalan kotak suara Pemilu 2019, yang terbuat dari kertas karton kedap air atau awam menyebutnya sebagai kotak suara kardus .

Belakangan kotak suara itu dipersoalkan. Terlebih setelah adanya temuan kerusakan 2000 lebih kotak suara di Kabupaten Badung, Bali, karena terendam banjir.

Ketua DPP Partai Gerindra itu mengaku mengusulkan kotak suara transparan pada saat pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) Pemilu di Panitia Khusus (Pansus) RUU Pemilu.

Usulan itu merupakan titipan dari DPP Partai Gerindra, yang menginginkan pemilu berkualitas. Dengan kotak suara yang transparan, diyakini tidak ada manipulasi dan kecurangan seperti pada pemilu sebelumnya.

“Pada pemilu lalu masih ada kecurangan, di MK (Mahkamah Konstitusi) kan dibuka. Jadi, kami tidak pengin lagi di pemilu serentak ini ada kecurangan,” kata Riza di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (18/12).

Nah, kata Riza, kotak suara transparan yang diusulkan itu seperti di banyak negara. Yakni, transparan semua sisi, atas, bawah, kanan, kiri, depan, belakang, sehingga bisa terlihat dari luar seperti akuarium yang bening. Bahannya, terbuat dari kotak plastik yang kuat dan transparan atau mika.

“Alhamdulillah usulan kami diterima dan disahkan di UU Pemilu. Tapi, pada praktiknya di PKPU terbuat dari kardus dan transparan di satu sisi seperti kaleng kerupuk. Kami pengin apakah dimungkinkan atau disempurnakan seperti mika, tapi ternyata dari KPU dana tidak ada,” katanya.

Nah, Riza mengatakan, lagi-lagi pemilu Indonesia kali ini kotak suaranya belum berkualitas seperti harapan bersama karena alasan tidak ada dana.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar